Rabu, 20 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Features
Mengenal Bripda Astrid Pradhita

Polwan yang Satu Ini Hanya Butuh 52 Detik, Bongkar Pasang Senjata Baru

Juara I Ketangkasan Bongkar Pasang Senjata

Kamis, 14 Dec 2017 12:00 | editor : M Rizal Kurniawan

TANGKAS : Bripda Astrid Pradhita, anggota tim elit Shabara Polrestabes Semarang yang piawai mengoperasikan senjata api.

TANGKAS : Bripda Astrid Pradhita, anggota tim elit Shabara Polrestabes Semarang yang piawai mengoperasikan senjata api. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID -Melakukan bongkar dan pasang senjata api dalam hitungan detik, pastinya bukan perkara mudah. Apalagi dengan kecepatan tangan. Tapi, Bripda Astrid Pradhita, anggota Shabara Polrestabes ini hanya membutuhkan waktu 52 detik. Seperti apa?

BRIPDA Astrid Pradhita, tim elit Shabara Polrestabes Semarang, kelahiran Sragen, 20 April 1993 ini, benar-benar piawai, sangat tangkas dan cepat dalam bongkar pasang senapan laras panjang. Hal itu telah dibuktikan dalam ajang perlombaan adu kecepatan dan ketangkasan bongkar pasang senapan laras panjang yang dilaksanakan Polrestabes Semarang, bulan Juni 2017 lalu.

Bahkan, kala itu Polwan Bripda Astrid berhasil menyingkirkan 33 anggota Polwan maupun 33 polisi di jajaran Polrestabes Semarang. Pada babak final, berhasil mengalahkan dua anggota Polwan lainnya yakni Bripka Silvi, anggota Polsek Semarang Tengah dan Brigadir Febrina, anggota Bagian Sumda Polrestabes Semarang. 

Dengan kelincahan tangannya, anggota Polwan yang akrab disapa Astrid ini, mampu menyelesaikan bongkar pasang senjata jenis SS1 V2 Sabhara dengan waktu tidak sampai 53 detik. Aksinya tersebut membuat decak kagum ratusan anggota lain yang memadati lokasi kejuaraan kala itu. "Hitungannya 52,89 per second atau 52 detik," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di halaman Mapolrestabes Semarang.

Astrid mengaku tidak menyangka telah memenangkan perlombaan tersebut. Pasalnya, para peserta lain juga memiliki skill yang kuat dalam penguasaan senjata. Karena memang, anggota Polwan yang bertugas di Shabara mendapatkan pelatihan penguasaan dan pengetahuan senjata, termasuk latihan menembak. Sedangkan dalam kejuaraan, senjata yang dimainkan tidak seperti biasanya, yakni senjata laras panjang jenis SS1 V2 Sabhara. "Senjata memang sudah akrab. Tapi untuk bongkar pasang senjata baru, memang memerlukan konsentrasi untuk ketenangan," ujarnya.

Astrid mengakui, tidak setiap hari dilakukan latihan menembak. Karena latihan menembak, membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk keperluan membeli amunisi. Namun demikian, latihan tetap dilakukan meski harus mengocek uang pribadi, demi prestasi dan karir. "Latihan menembak memang tidak dilakukan rutin. Biasanya habis PH, saya latihan dengan anggota lainnya. Tapi kalau ingin latihan pribadi di Lapangan Akpol, mengeluarkan uang pribadi untuk beli peluru," terangnya.

Perempuan yang resmi menjadi anggota Polwan sejak tahun 2013 ini, sebelumnya ditempatkan di Polda Jateng. Ia mendapat tugas menjadi pengasuh Brigadir Polda di Purwokerto. Kemudian tak berapa lama, Telegram Rahasia turun, Atsrid dipindah tugas menjadi anggota Shabara Polrestabes Semarang dan masuk menjadi tim elit Shabara. 

"Menjadi tim elit Sat Shabara yang dilatih di Platina Akpol. Jadi tim elit ini bagian depan ketika berada di lapangan. Untuk menjadi tim elit, harus melewati seleksi dan ditunjuk oleh atasan," katanya.

Awal-awal menjadi tim elit Shabara Polrestabes Semarang, Astrid langsung dihadapkan demonstrasi di Kebonharjo Semarang Utara beberapa waktu lalu. Ia mengaku berada di posisi depan mengawal pimpinan saat menghadapi demonstran.

"Karena pimpinan mau ke depan menemui demonstran, kami ya harus mengikuti di depan. Memang pada saat itu terjadi lempar batu, tapi kami memakai tameng. Ya seram banget saat itu. Tapi beruntung tidak kena lemparan," terangnya. 

Menurutnya, menjadi anggota Shabara harus memiliki fisik dan mental yang baja. Sebab anggota Shabara selalu menjadi garda paling depan dalam menghadapi situasi di lapangan. "Fisik dan mental itu penting. Jadi setiap hari perlu latihan untuk ketahanan fisik dengan meluangkan berolahraga," pungkas Polwan yang tinggal di mess Polwan Jalan Sriwijaya Kecamatan Candisari.

(sm/mha/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia