Sabtu, 26 May 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Berdandan Perempuan, GM Star Hotel Kenalkan Promo

Rabu, 17 Jan 2018 09:30 | editor : Pratono

TAMPIL BEDA : Untuk mempromosikan Star WOW: I Love Mama, GM Star Hotel Benk Mintosih rela berdandan layaknya ibu-ibu lengkap dengan sanggul dan kebaya.

TAMPIL BEDA : Untuk mempromosikan Star WOW: I Love Mama, GM Star Hotel Benk Mintosih rela berdandan layaknya ibu-ibu lengkap dengan sanggul dan kebaya. (Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Gebrakan demi gebarkan seakan tidak pernah sepi dari Star Hotel Semarang demi meramaikan pariwisata Kota Semarang. Yang terbaru, hotel bintang empat tersebut mengeluarkan promo terbaru yakni I Love Mama.

General Manager Star Hotel Semarang Benk Mintosih langsung turun gunung demi mempromosikan I Love Mama yang menawarkan gratis 5 kue atau pastry untuk setiap pembelian 5 kue. Bahkan tak segan ia berdandan ala perempuan Jawa yang mengenakan kebaya dan sanggul. “Di promo ini tamu hanya membayar 5 untuk mendapatkan gratis 5 kue,” katanya di lobi hotel, Selasa (16/1/2018).

Ia menjelaskan, untuk mengangkat pariwisata harus ada gebrakan yang unik dan inovatif. Hal tersebut membuat Benk rela berdandan menjadi perempuan sampai-sampai karyawannya tidak mengenali. Ia pun sempat didapuk untuk mengajari karyawannya membuat kue bersama Chef Star Hotel, Iskandar. “Ini belum seberapa karena kami juga memiliki promo yang tidak dimiliki di tempat lain. Semua demi menunjang even Jateng WOW yang digagas Disporapar Jateng,” katanya.

Promo yang dimaksud adalah, layanan antar atau jemput di bandara secara gratis dan jasa antar ke pusat kuliner yakni kawasan Simpang Lima. Selain itu ada pula layanan semir, laundry dan cuci mobil gratis. “Padahal harga kamar yang kami tawarkan masih relatif sama dengan hotel lain. Namun demi Jateng WOW, semuanya kami berikan layanan ekstra secara cuma-cuma,” jelasnya.

Sebagai insan pariwisata, lanjut Benk harus ada ide unik dan menarik termasuk dari karyawannya asalkan berbeda dengan hotel lain sehingga menjadi ciri khas dan pembeda. “Agar bisa menjadi pusat perhatian, tentu harus beda dan menarik, ide kreatif dan inovasi harus ada,” bebernya.

(sm/den/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia