Senin, 25 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Majukan Industri PBK, Bappebti akan Tingkatkan Kompetensi Marketing

Sosialisasi Awal Tahun 2018 Bursa Berjangka

Kamis, 25 Jan 2018 10:50 | editor : Ida Nor Layla

Kepala Biro Perdagangan dan Pengembangan Bappebti, Dharmayugo Hermansyah, dalam Sosialisasi Awal Tahun 2018 Bursa Berjangka, di Jakarta, beberapa wakt

REVIEW INDUSTRI BERJANGKA : Kepala Biro Perdagangan dan Pengembangan Bappebti, Dharmayugo Hermansyah, dalam Sosialisasi Awal Tahun 2018 Bursa Berjangka, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA-Industri perdagangan berjangka komoditas (PBK) mengalami pasang surut atau naik turun. Sepanjang 17 tahun, masih ada perusahaan pialang berjangka yang mengajukan penutupan kantor pusat maupun kantor cabang. Karena itu, perlu membangun image yang baik di tengah masyarakat, melalui beberapa kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perdagangan dan Pengembangan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komododiti), Dharmayugo Hermansyah dalam Sosialisasi Awal Tahun 2018 Bursa Berjangka, beberapa hari lalu.

“Banyak perusahaan yang minta tutup kantor pusat dan kantor cabang. Selama 17 tahun, saya pikir sudah bisa menjadi perusahaan yang berkembang, tapi ternyata bisa jatuh. Saya sedih sebenarnya. Secara kualitatif harusnya menikmati hasil, tapi kita harus memulai dari nol,” katanya di hadapan Plt Dirut Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi, Dirut Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Eksekutif Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indopnesia (Asbeptindo) Crisnawan Triwahyuardhianto, dan beberapa perusahaan pialang berjangka dan perwakilan perbankan, dalam Sosialisasi Awal Tahun 2018 Bursa Berjangka, di Jakarta, beberapa hari lalu.

Asbeptindo Crisnawan T, Plt Dirut KBI Fajar W, Dirut BBJ S Paulus Lumintang dan dari Bappebti, Dharmayugo H.

OUTLOOK 2018 : (Ki-ka) Asbeptindo Crisnawan T, Plt Dirut KBI Fajar W, Dirut BBJ S Paulus Lumintang dan dari Bappebti, Dharmayugo H, dalam Sosialisasi Bursa Berjangka 2018, di Jakarta. (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dalam mengatasi kondisi yang kurang baik tersebut, Dharmayugo mengajak memperbaiki berbagai komponen, terutama tata cara mengatur marketing atau penataan marketing, penataan penasehat berjangka, kelembagaan penasehat berjangka dan terakhir tentang Bitcoin bisa masuk bursa berjangka atau tidak.

“Terkait penataan marketing, karena menjadi ujung tombak. Jika marketingnya memberikan nilai atau image kurang baik, maka hasilnya kurang baik. Tapi jika marketing memberikan nilai dan image baik, hasilnya baik pula. Makanya, kami akan meningkatkan dan membina untuk meningkatkan tenaga dengan kompetensi marketing,” katanya.

Selain itu, jelasnya, pemanfaatan Finansial Teknologi (Fintek) yang telah menjadi industri keuangan yang berkembang. Bagaimana transaksi fisik bisa ditingkatkan melalui Fintek, terutama untuk pembiayaan, kredit dan lainnya. Perlu sinergi kontrak berjangka dengan kontrak fisik, sehingga akan meningkatkan komoditas yang dihasilkan.

“Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana memperdagangkan kontrak fisik untuk memacu transaksi kontrak berjangka. Karena kontrak berjangka yang tidak punya underlying di kontrak fisik, sulit bagi kontrak berjangka (berkembang, red),” katanya.

Dharmayugo mencontohkan perdagangan berjangka kakao, tapi pasar fisik kakaonya tidak diketahui. Akibatnya, KBI kesulitan saat ditanya kontrak fisik kakao. “Kontrak mutual berbasis komoditas harus bisa menggandeng pasar fisik dan kontrak fisik. Karena itu harus dikembangkan kontrak fisik,” katanya.

Selain itu, jelasnya, Bappebti juga telah melakukaan kajian. Bagaimana penasehat berjangka bisa didorong untuk memberikan nasehat kepada nasabah.”Bisa lewat Aspebtindo agar memberikan nasehat kepada nasabah secara benar dan betul, bukan sekadar berjanji,” katanya.

Tantangan ke depan lainnya, kata Dharmayugo, teknologi harus menjadi peluang bukan ancaman. Karena itu, sistem bursa harus bisa mengadopsi sistem yang dipakai pialang. Karena bursa di luar negeri, menggunakan sistem teknologi yang digunakan oleh pialang.

“Bisa tidak, sistem di bursa, bisa dilihat oleh pialang? Kami mengharapkan fasilitas IT (Informasi Teknologi) ini untuk bertransaksi. karena tiap nasabah punya sistem, maka kita adopsi. Artinya, tak memaksakan nasabah dengan satu sistem,” jelasnya.

Terkait Bitcoin, sedang dilakukan pembahasan. “BBJ dan KBI akan kami ajak untuk diskusi tentang Bitcoin. Apakah bisa diperdagangkan di bursa. Kami melihat euforia di masyarakat, bahwa Bitcoin menganggap komoditas yang bisa dipasarkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dharmayugo mengapresiasi kenaikan transaksi sebesar 8 persen di BBJ. Padahal sepanjang tahun 2017 tak ada kontrak baru. “Kami berharap, tahun 2018 ada kontrak baru, berupa kontrak finansial. Tanpa kontrak bisa meningkatkan 8 persen, ada kontrak harusnya bisa 15 persen,” katanya.

Sedangkan Plt Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi mengharapkan tahun 2018, ekonomi membaik. Hal itu ditandai oleh harga emas yang biasanya di awal tahun agak turun, tapi awal tahun 2018 ini naik terus. “Tantangan perdagangan berjangka ini memang cukup berat. Kami telah diskusi cukup banyak. Akan ada perubahan regulasi,” jelasnya.

Kendati begitu, kepuasan pelanggan di BBJ dan KBI cukup baik. Hanya saja, masih harus meningkatkan jumlah kontrak dan dari unsur audit akan menindaklanjuti masukan tentang kepatutan customer service dan lainnya. “Namun untuk meningkatkan industri ini ada hubungannya dengan pemerintah,” jelasnya. .

Direktur Eksekutif Aspebtindo, Crisnawan Triwahyuardhianto mengakui dalam mengembangkan bursa berjangka komoditi memang banyak tantangan. “Tapi kalau bersinergi bersama, tak ada hal yang tak mungkin. Mudah-mudahn tahun 2018 bisa meningkatkan mutu atau kualitas,” tandasnya.

Kendati begitu, pihaknya akan melakukan supporting terhadap apa yang dilakukan Bappebti dan self regulatory organization (SRO). “Tugas kami, meningkatkan SDM. Kami berdiri 12 Februari 2015, telah menyelenggarakan berbagai pelatihan. Meski masih terbatas dalam pelatihan untuk ujian profesi kompetensi wakil pialang berjangka. Hasilnya cukup memuaskan di atas 80 persen lulus semua,” jelasnya.

Tahun 2018 ini, pihaknya menunggu rancangan peraturan baru mengenai wakil pialang baru yang akan dilakukan Bappebti. Pihaknya juga akan proaktif melaksanakan supporting untuk pelaku usaha secara khusus dan peningkatan kepatuhan. “Kami akan terus melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan citra industri berjangka. Karena masyarakat melihat industri berjangka masih negatif,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut BBJ, Stephanus Paulus Lumintang menyatakan bahwa BBJ di sepanjang tahun 2017 tidak ada pencabutan anggota bursa, meski ada pembekuan. “Langkah positif BBJ di tahun 2017 adalah menggratiskan sistem multilateral. Kami sudah mengadopsi open sources (sumber terbuka). Bahkan, saat ini sudah digunakan 4 sources, satu di anatranya for free dan 3 open sources. Bahkan, kalau ada yang mau menggunakan sistem baru, kami siap. Kami juga berharap sistem kita multi language,” katanya.

Pihaknya berharap tahun 2018 akan jauh lebih baik dalam membangun bangsa dan meminimkan pengaduan serta kekeliruan. Diiringi dengan perbaikan revitalisasi kontrak perdagangan berjangka.

Terkait review perdagangan berjangka tahun 2017, imbuhnya, memang ada yang naik dan ada yang turun. Perdagangan berjangka multilateral menunjukkan pertumbuhan positif, ada kenaikan 8 persen dari target pemegang saham. Realisasi perdagangan multilateral antara 2016 dengan 2017, ada peningkatan sebesar 23,57 persen. “Meski begitu, kami menargetkan kenaikan di 2018, sebesar 15 persen,” katanya.

Sedangkan perdagangan bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang membukukan penurunan sebesar 9 persen, namun kualitas membaik. “Namun kami tetap menargetkan kenaikan sebesar 10 persen,” tandasnya optimistis.

Optimisme meningkatkan target tersebut cukup beralasan. Karena pada 2018 akan digelontorkan tiga kontrak baru. Yakni gula kristal rafinasi, kontrak karet berjangka dan gold syariah. “Sebenarnya dengan adanya 3 kontrak baru di 2018, kami berharap ada peningkatan 30 persen. Meskipun targetnya hanya 10 persen,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, akan ada dua anggota bursa baru, satu dari luar negeri dan satu dari dalam negeri yang fokus pada transaksi multilateral. “BBJ akan action di 2018 dan 2019,” tandasnya.

BBJ 2018 ini, imbuhnya, akan konsentrasi tetap pada perdagangan olien10, kopi dan karet. “Ini karena Indonesia produksi terbesar dan ekspor terbesarnya di dunia, olien, kopi dan karet. Kalau emas, Indonesia hanya nomor 7 atau 8 di dunia,” jelasnya.

Secara makro tahun 2017 dibanding 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen, sama dengan Singapura. Malaysia tumbuh lebih tinggi 6 persen, Vietnam 7 persen. “Kelebihan Indonesia, didominasi energi dan komoditas. Kami yakin, Indonesia melalui bursa berjangka dan kliring, akan tumbuh 10 persen,” katanya.

Terkait tahun politik 2018 hingga 2019, perdagangan berjangka tak terlalu terpengaruh signifikan. Justru banyak investor melakukan investasi ke emas untuk memproteksi uangnya. “Pasti akan ada banyak uang yang dibelanjakan. Tapi tak mempengaruhi market. Yang berpengaruh adalah tingkat konsumtif masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, dalam kondisi fluktuasi harga komoditi tinggi, justru perdagangan berjangka semakin menarik investor. “Sebab selama harga stabil, itu tak menarik bagi investor,” jelasnya.

Justru yang perlu ditertibkan adalah illegal broker untuk bitcoin, virtualcurrency atau cryptocurrency. Sebab, illegal broker ini mempengaruhi BBJ.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut dilaksanakan competisi olien tradding antar perusahaan pialang berjangka. Hasilnya, turut meningkatkan perdagangan olien hingga 3 persen. 

(sm/ida/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia