Rabu, 20 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Perdagangan Berjangka Capai 20 Ribu Transaksi

Berhasil Gelar Lomba Jurnalistik PBK

Kamis, 25 Jan 2018 11:10 | editor : Ida Nor Layla

Jajaran pimpinan BBJ, KBI, PT Rifan Financindo Berjangka dan juri lomba, Mayong Syuryolaksono foto bareng dengan para juara lomba penulisan jurnalisti

AWARDING : Jajaran pimpinan BBJ, KBI, PT Rifan Financindo Berjangka dan juri lomba, Mayong Syuryolaksono foto bareng dengan para juara lomba penulisan jurnalistik PBK (10/1). (IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA-Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil melakukan sosialisasi ke berbagai daerah tentang perdagangan berjangka pada akhir 2017 lalu. Di antaranya, ke Pekanbaru Riau, Medan, Semarang, Palembang dan Surabaya. Sosialisasi tersebut dilanjutkan dengan lomba penulisan jurnalistik Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

“Kami membuka peluang ini, untuk perusahaan pialang berjangka lainnya. Kalau satu perusahaan pialang yang memiliki cabang, minimal 3 kota saja, kita sudah membangun image positif lebih luas,” kata Direktur Utama (Dirut) Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang dalam acara awarding pemenang lomba penulisan jurnalistik PBK, di kantor BBJ Jakarta, beberapa hari lalu (10/1). Dalam awarding tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat BBJ yang dipimpin oleh Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Kliring Berjangka (KBI) Indonesia, Agung Rihayanto dan jajarannya, serta Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya dan jajarannya.

Paulus mengaku bersuka cita para jurnalis dari 5 kota besar antusias dalam membagikan informasi perdagangan berjangka di Indonesia kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melakukan investasi yang lebih beradab melalui sarana alternatif investasi, yakni di bursa perdagangan berjangka di Indonesia. “Jangan sampai masyarakat Indonesia trperangkap dalam instrumen investasi yang tak jelas dan tak diatur oleh pemerintah Indonesia,” kata Paulus Lumintang.

Apresiasi Paulus terhadap PT Rifan Financindo Berjangka selaku penyelenggara lomba adalah selain memberikan edukasi, juga ada coorporate social responsibility (CSR) melalui pemerintah daerah setempat. “Ada kegiatan untuk lingkungan dan peduli kepada pemerintaah. Semoga tahun 2018 ada dinamika baru untuk mengikuti teladan yang baik,” katanya.

Direktur Kliring Berjangka (KBI) Indonesia, Agung Rihayanto menyampaikan apresiasinya juga. Menurutnya, sosialisasi dan lomba jurnalistik telah berbanding dengan jumlah transaksi. Sebelumnya jumlah transaksi tak pernah beranjak dari 19 ribu, tapi setelah tahun baru 2018 sudah di atas 20 ribu transaksi. “Ini merupakan dampak positif. Namun kami berharap, pengenalan industri berjangka dengan produk komoditas asli Indonesia bisa terus berlanjut,” tandasnya.  

Sedangkan Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya mengungkapkan bahwa ada 100 wartawan dari sosialisasi di 5 kota di Indonesia. Diskusi terakhir ada 81 artikel terverifikasi. “Saya percaya, industri berjangka ini potensinya luar biasa,” tandasnya.

Namun untuk mengembangkan industri berjangka ini, harus melakukan 3 hal. Yakni, edukasi, sosialisasi dan promossi (ESP). Ketiga hal itu, harus dilakukan oleh BBJ, KBI, Bappebti, SRO dan pelaku pasar. “Kalau ini sudah dijalankan, harus dilakukan penegakan hukum (law enforcement). Pelanggaran harus ditindak dengan tegas. Perusahaan lain yang nakal harus ditindak tegas. Sehingga, good corporate governance akan bekerja simultan,” tuturnyaa.

Selain itu, untuk mewujudkan good corporate governance Teddy memiliki konsep ATM, yakni Amati Tiru dan Modifikasi. Teddy yang lama berkecimpung di pasar modal, berusaha menerapkan strategi dan perjuangan mengenalkan masyarakat yang telah dilakukan pasar modal.

“Hasilnya luar biasa. Dari PT Rifan Financindo telah mengumpulkan 329 liputan dalam 3 bulan. Baik media cetak online dan elektronik. Kalau ini dilakukan semua stakeholder, industri berjangka akan membaik. Apalagi kalau kita lakukan secara gotong royong,” katanya.

Ditunjuk sebagai juri lomba jurnalistik adalah, Mayong Suryolaksono, jurnalis dan praktisi media yang sekarang menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Mayong mengungkapkan ada 110 artikel yang masuk. Sebanyak 29 artikel dari Surabaya, 25 dari Semarang, 25 dari Medan, 24 dari Palembang dan 7 dari Pekanbaru. “Kata-kata akan hilang tertiup angin. Namun tulisan tak akan hilang dan akan meng-counter informasi sesat tentang industri berjangka,” tandasnya.

Hasilnya, juara pertama diraih oleh Ida Nor Layla dari Jawa Pos Radar Semarang, juara kedua oleh Noer Soetantini dari Suarasurabaya.net, juara ketiga diraih oleh Saftarian dari Sriwijaya Post dan 7 juara harapan lainnya.

(sm/ida/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia