Minggu, 24 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Akibat Banjir, Warga Mangkang Lakukan Penanganan Darurat

Senin, 12 Feb 2018 13:17 | editor : Ida Nor Layla

Sejumlah warga tampak sibuk membersihkan sisa banjir berupa lumpur.

SISA-SISA BANJIR : Sejumlah warga tampak sibuk membersihkan sisa banjir berupa lumpur. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Banjir yang terjadi di Mangkang pada Jumat (9/2/2018) malam, menyisakan pekerjaan rumah bagi warga. Di antaranya adalah rusaknya akses jalan akibat material banjir dan lumpur tebal.

Minggu (11/2/2018) pagi, warga masih berjibaku memberisihkan rumah dan akses jalan dari sisa-sisa banjir. Selain itu warga dibantu Satpol PP, Polsek Tugu, Koramil Tugu, Dinas PU Kota Semarang, Dinas Pemadam Kebakaran dan anggota BBWS Pemali Juana bahu membahu menambal tanggul yang jebol dengan karung yang diisi pasir, hal tersebut dilakukan agar ketika hujan tiba air bisa tertahan dan tidak langsung meluber ke perumahan warga.

Muhammad Amir, warga RT 3 RW III Kelurahan Mangkang Wetan, terlihat sibuk membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir beberapa waktu lalu. "Lumayan tebal, di dalam rumah lumpur sampai 20 sentimeter," kata pria yang tinggal kurang lebih 15 meter dari tanggul Sungai Beringin yang jebol.

Aliran air Sungai Bringin tampak sangat kotor, meski sudah surut.

KOTOR : Aliran air Sungai Bringin tampak sangat kotor, meski sudah surut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ia mengaku pasrah dengan keadaan rumahnya yang selalu tergenang banjir jika Sungai Beringin meluap atau tanggul jebol. Agar tidak kembali tergenang, ia berencana meninggikan lantai rumah setinggi jalan perkampungan.

Akses jalan di RW III pun bisa dibilang rusak parah, pasir dan tanah menutupi jalan setinggi 30 sentimeter. Belum lagi di beberapa titik paving perkampungan mengalami kerusakan akibat disapu banjir. "Rencananya material muntahan Sungai Beringin akan digunakan untuk menutup tanggul yang jebol dan memasang kembali paving yang rusak," jelas Riyanto.

Sayangnya pembersihan area perkampungan harus dikerjakan secara manual. Dirinya berharap ada bantuan berupa alat berat untuk meringankan beban warga membersihkan sisa lumpur dan tanah yang menutupi perkampungan dan rumah warga. "Karena manual jadi agak lama, warga sudah dari Sabtu dan Minggu ini bahu membahu membersihkan sisa-sisa banjir," tukasnya.

Sampai pukul 15.00 petang, warga masih tanpa lelah membersihkan sisa lumpur dan tanah yang kemudian digunakan untuk menambal tanggul. Pasalnya dikhawatirkan cuaca kembali memburuk sehingga air banjir mudah masuk ke perkampungan. "Ada beberapa tanggul yang ditambal sementara, jumlahnya 4 titik. Tanggul tersebut jebol dan letaknya ada di dekat perkampungan," kata Camat Tugu Anton Siswantoro.

Untuk tanggul kerusakannya parah, di RT 3 RW III,  rencananya akan diperbaiki langsung oleh BBWS, apalagi jebolan tanggul cukup panjang sekitar 25 meter dengan kedalamanan sampai ke dasar sungai. "Senin (12/2/2018) tanggul yang parah akan dikerjakan BBWS," tuturnya

(sm/den/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia