Senin, 25 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Pemkab Pekalongan Tangani Bencana Alam dengan Quick Respons

Senin, 12 Feb 2018 16:20 | editor : Ida Nor Layla

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Bisri Romli saat mengunjungi Desa Jeruksari. Korban banjir rob segera teratasi deng

QUICK RESPONSE : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Bisri Romli saat mengunjungi Desa Jeruksari. Korban banjir rob segera teratasi dengan adanya tanggul raksasa. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN-Kecamatan Paninggaran, Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan merupakan daerah merah atau rawan bencana alam berupa longsor yang terjadi setiap musim penghujan. Namun kondisi ini tidak membuat warga yang ada di daerah tersebut khawatir.

Pasalnya dalam penanganan bencana yang ada di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menerapkan sistem quick response atau respon cepat dengan hadir di tempat. Tujuannya agar bisa mengambil tindakan yang cepat, memberikan solusi dan penanganan yang cepat, sesuai harapan para korban musibah bencana alam, baik longsor, banjir atau bencana lainnya.

Seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir. Longsor di wilayah perbatasan Desa Bodas dan Klesem, Kecamatan Kandangserang yang sempat mengisolir ratusan kepala keluarga di Desa Klesem, Sabtu (3/2) lalu, akhirnya bisa terbuka kembali. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, yang didampingi Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer MM dan beberapa kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, langsung mendatangi lokasi longsor untuk membantu hingga akses jalan Desa Bodas Klesem ini dapat dilalui. Akses jalan akhirnya kembali normal dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memantau langsung lokasi longsor di Desa Bodas Klasem Kecamatan Kandangserang untuk membuka akses jal

TURUN LANGSUNG : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memantau langsung lokasi longsor di Desa Bodas Klasem Kecamatan Kandangserang untuk membuka akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tindakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dengan menerapkan sistem quick response atau respons cepat yang hadir di tempat, didukung sepenuh oleh anggota TNI, Polri , PMI, Pramuka, Tagana, Banser, dan seluruh OPD terkait serta masyarakat sekitar. Mereka bergotong royong dan kerja bakti pada setiap bencana yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Dengan sistem quick response atau respons cepat yang kita terapkan dan kita hadir langsung pada saat kejadian bencana, maka bisa langsung memberikan solusi, mengkoordinir dan memberikan solusi penanganan yang tepat. Termasuk penanganan bencana longsor dan banjir yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu,” jelas Bupati Asip, Jumat (9/2).

Bupati Asip juga menyampaikan, banjir yang terjadi di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan lebih disebabkan karena adanya genangan dari tingginya curah hujan, bukan karena pembangunan proyek jalan tol Pemalang-Batang yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Untuk itu, pihaknya bersama OPD terkait sudah memetakan titik–titik banjir pada beberapa tempat yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seperti yang ada di wilayah Kecamatan Siwalan, yakni dengan memaksimalkan aliran sungai yang ada, melakukan pembenahan semua drainase. Sehingga musibah banjir tidak lagi terjadi pada setiap tahunnya.

“Banjir yang sifatnya genangan dari air hujan akan kita kelola dan kita benahi semua drainase, dengan mengalirkan air genangan ke sungai terdekat. Sungai-sungai akan selalu kita jaga dengan melakukan normalisasi sungai, sehingga banjir tidak harus terjadi pada setiap musim hujan,” kata Bupati Asip. 

(sm/thd/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia