Sabtu, 26 May 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Pasar Imlek Semawis Simbol Keberagaman

Selasa, 13 Feb 2018 11:48 | editor : Baskoro Septiadi

SEMARAK: Ratusan lampion dipasang di lokasi Pasar Imlek Semawis di sepanjang Gang Pinggir dan Wotgandul Timur, Pecinan, Semarang.

SEMARAK: Ratusan lampion dipasang di lokasi Pasar Imlek Semawis di sepanjang Gang Pinggir dan Wotgandul Timur, Pecinan, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Pasar Imlek Semawis (PIS) 2018 tadi malam (12/2) resmi dibuka di Gang Pinggir, kawasan Pecinan, Semarang Tengah. Even rutin setiap tahun ini bisa dijadikan contoh keberagaman yang nyata untuk kota-kota lain di Indonesia.

“Sekarang ini tantangannya banyak hal-hal yang intoleransi yang terjadi, dan kita ingin Kota  Semarang salah satu kota yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi sudah menjalankan keberagaman di tempat ini,” kata Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim usai pembukaan Pasar Imlek Semawis, tadi malam.

Pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018 bertajuk “Pasamuan Anak Zaman Now” ini dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan staf ahli Menteri Pariwisata Don Kardono. Tarian Potret Pluralisme yang dimainkan oleh para siswa Sekolah Karangturi Semarang memeriahkan acara pembukaan. Selain itu, para tamu undangan juga disuguhi menu Yei Seng, yakni sayuran urap dan nasi goreng yang dibungkus daun jati, serta ayam goreng kebahagiaan dan kue Pandan Keju.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan staf ahli Menteri Pariwisata Don Kardono saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan staf ahli Menteri Pariwisata Don Kardono saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018.

Harjanto menambahkan, Pasar Imlek Semawis akan berlangsung hingga 14 Februari besok. Lokasinya di Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur. Selama even berlangsung ratusan lampion dipasang di sepanjang jalan. Alhasil, suasananya menjadi semakin semarak. Bahkan tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan untuk foto selfie.

Menurut dia, PIS memiliki keunikan yang tidak dimiliki kota lain. Karena selama PIS semua kalangan masyarakat bisa berbaur, tak hanya warga keturunan Tionghoa saja. “Pasar Imlek Semawis ini sudah berlangsung ke-15 kali, dan sampai saat ini selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya,” ujarnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihardi, mengatakan, Pasar Imlek Semawis ini merupakan agenda tahunan jelang tahun baru China atau Imlek. “Kegiatan ini memang istimewa, karena Pasar Imlek Semawis tidak hanya diikuti warga keturunan Tionghoa, tetapi semua etnis menikmatinya. Ini menunjukkan kebersamaan dalam membangun kota ini,” katanya.

Ketua Persatuan Organisasi Tionghoa Semarang (Por Inti), Setiawan Santoso, menambahkan, Imlek merupakan tradisi yang menjaga serta melestarikan kebudayaan. Dengan kegiatan ini tentunya dapat menciptakan masyarakat menjadi makmur dan sejahtera.

“Dengan perayaan Imlek, warga bisa menjaga tradisi turun-menurun, yang merupakan warisan leluhur,” ujarnya.

(sm/hid/dit/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia