Sabtu, 26 May 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Ida Silaturahmi dengan Kiai

Selasa, 13 Feb 2018 12:34 | editor : Baskoro Septiadi

SILATURAHMI: Calon wakil gubernur Jateng Ida Fauziyah saat bersilaturrahmi dan berfoto dengan santri di salah satu Ponpes Banyumas.

SILATURAHMI: Calon wakil gubernur Jateng Ida Fauziyah saat bersilaturrahmi dan berfoto dengan santri di salah satu Ponpes Banyumas. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID - Bakal calon wakil gubernur Jateng Ida Fauziyah terus melakukan silaturahmi dengan para kiai. Kali ini, sejumlah kiai dan tokoh agama di Banyumas disambangi mantan Ketua Umum Fatayat tersebut. Diawali dengan sowan ke Pengasuh Ponpes Al-Ittihad, Pasir Kidul, Purwokerto Barat, Banyumas KH Mughni Labib.

Dalam kesempatan itu, Ida menceritakan perjalanannya menjadi cawagub. "Awalnya juga kaget. Namun karena ini amanah, dan perintah tentu akan saya jalani," jelasnya. Dia menceritakan saat mendaftar bersama Sudirman Said ke KPU, dirinya berangkat dari kantor PWNU Jateng. "Jadi saya juga akan silaturahmi dengan cabang-cabang NU di daerah. Nyuwun pangestunipun, nyuwun direncangi," paparnya.

Sementara itu KH Mughni berpesan, apa yang sudah ditetapkan kepada Ida dijalani saja. "Tentu dengan ikhtiar yang kuat," tuturnya. Ida juga sowan dan meminta restu dari pengasuh Ponpes Bani Rasul Bantarsoka, Banyumas, KH Zainurrohman. Dalam kesempatan itu, Mbah Zain, begitu dia dipanggil, juga memberikan restu dan doa kepada Ida Fauziyah atas majunya dia dalam Pilgub.

Selain itu, politisi PKB ini juga mengunjungi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Dalam dialog bersama pengurus hingga pengelola kampus, Ida ditanya soal komitmen kepada NU, hingga masalah pluralisme.

Ida mengatakan, bersama Sudirman Said dirinya sudah berkomitmen untuk menyusun APBD yang pro pesantren, perempuan, dan wong cilik. "Jadi pasti ada perhatian spesifik pada pesantren, perempuan, maupun wong cilik dari berbagai kalangan," jelasnya.

Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU ini pun menceritakan saat diundang komunitas Katholik beberapa waktu lalu. Saat itu dirinya juga ditanya soal keberagaman, hingga komitmen pada Pancasila. "Saat itu saya tegaskan, jika menyimpang maka bukan agama lain yang menegur duluan, NU pasti akan menegur saya lebih dulu, dibanding yang lain," tegasnya.

Sebelum sowan ke sejumlah kiai, Ida melakukan ziarah ke makam Syekh Makhdum Wali dan Pangeran Senopati Mangkubumi, Pasir Luhur, Banyumas.

Menurut Ida, banyak hal yang layak diteladani dari almarhum Syekh Makhdum. "Dari paparan juru kunci, tentu kita bisa teladani kegigihan beliau dari menyebarkan Islam," ujarnya.  

(sm/fth/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia