Minggu, 24 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Intensifkan Pendataan Penyandang Disabilitas

Selasa, 13 Feb 2018 12:56 | editor : Baskoro Septiadi

DISABILITAS: Wabup Ngesti Nugraha menyerahkan kenang-kenangan kepada pengurus PPDI usai pembukaan Muscab, kemarin.

DISABILITAS: Wabup Ngesti Nugraha menyerahkan kenang-kenangan kepada pengurus PPDI usai pembukaan Muscab, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang akan mengintensifkan pendataan penyandang disabilitas di seluruh kecamatan.

 “Saat ini Dinsos mencatat ada sekitar 20 ribu penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang,” ujar Kabid Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Kesejahteraan Sosial Dinsos Sri Sunaringsih Rismonowati usai Muscab Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang di Rumah Joglo, Pabelan, Senin (12/2) siang.

Penyandang disabilitas tersebut tersebar di 19 kecamatan dan terbanyak ada di Kecamatan Bringin, Kaliwungu dan Sumowono.  Meski begitu ia memastikan masih ada yang belum terdata. Karenanya, ia akan mendorong para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk lebih aktif melakukan pengamatan dan pendataan penyandang disabilitas di wilayah kerjanya.

“Ditemukan kasus ada lima penyandang disabilitas dalam satu wilayah rukun tetangga di salah satu kecamatan yang belum terdata,” ujarnya.

Dalam hal ini ia juga berharap dukungan dari setiap perangkat desa agar mendata apabila diwilayahnya terdapat penyandang disabilitas.

“Kami juga mengharapkan dukungan dari perangkat desa atau wilayah agar mereka dapat terdata,” katanya. Selama ini, lanjutnya, Pemkab Semarang telah menyalurkan berbagai bantuan berupa peralatan pendukung maupun dana resiko sosial.

Sedangkan untuk kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) tahun 2019, Dinas Sosial telah mencantumkan dana hibah untuk PPDI senilai Rp 50 juta. Meski telah terbentuk DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, namun ditengarai masih banyak yang belum terdata.

“Pendataan dimaksudkan untuk memudahkan langkah pemberdayaan oleh pemerintah. Mereka yang sudah tergabung dalam PPDI juga akan kami dorong untuk lebih aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya.

Muscab PPDI kali ini diikuti oleh perwakilan 13 kelompok disabilitas dari 15 kecamatan yang ada. Muscab akan merumuskan rencana strategis lima tahun kedepan. Sekaligus memilih ketua DPC yang baru masa bhakti 2018-2023.

“Harapannya pengurus yang baru dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan kaum disabilitas di Kabupaten Semarang,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Muscab PPDI Kabupaten Semarang, Beni AK.  

(sm/ewb/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia