Minggu, 27 May 2018
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Pembangunan Tol Batang-Semarang Masih Butuh Lahan 56 Hektare

Selasa, 13 Feb 2018 13:16 | editor : Baskoro Septiadi

PENJELASAN: Warga Batang yang terkena imbas pembangunan perluasan tol, kembali diundang Pemda untuk diberi penjelasan proses ganti untung tanah yang dibeli pihak tol.

PENJELASAN: Warga Batang yang terkena imbas pembangunan perluasan tol, kembali diundang Pemda untuk diberi penjelasan proses ganti untung tanah yang dibeli pihak tol. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Setelah dilakukan pembangunan sejak tahun kemarin, ternyata ruas tol trans Jawa masih membutuhkan lahan baru seluas 56 hektare. Di banyak titik butuh perlebaran, karena kemiringan dinding tol sangat kurang. Untuk itu, tanah butuh dipangkas lagi agar kemiringan dinding tol lebih aman.

“Ada beberapa titik  dinding jalan tol yang terlalu miring, sehingga dirasa cukup berbahaya karena rawan longsor, untuk itu perlu dipangkas. Sehinga butuh pelebaran lahan lagi ke samping kanan dan kiri jalan,” ucap Pejabat Pembuat Komitmen Tol Ruas Batang-Semarang Wijayanto saat konsultasi publik terkait pembangunan tol di Aula Pemkab Batang, Senin (12/2/2018).

Terutama, kata pria yang akrab disapa Toto adalah banyak lokasi di Kabupaten Batang yang harus diperlebar lagi, agar dinding tol aman. Terlebih ada beberapa titik tol yang dekat perumahan, sehingga butuh di buat lebih miring agar meminimalisir longsor.

Khusus untuk di Kabupaten Batang, total lahan baru yang dibutuhkan adalah 56 hektare. Lahan tersebut dari perbatasan di Desa Masin Kecamatan Warungasem hingga Batang Timur. Untuk mempermudah proses administrasi ganti untung, pada kesempatan kemarin pihaknya menegaskan kepada pemilik tanah dan rumah harus jpaham proses dan persyaratannya. Dan harus menjelaskan secara detail perihal kempelikan tanah, termasuk jika ada tanah waris dan juga wakaf jika ada.

Kepala Bagian Pemerintahan Biro Otda dan Kerjasama Setda Provinsi Jateng Bambang Herwanto mengatakan   konsultasi publik ini adalah untuk terkait lahan tol yang sedang direncanakan perlu penambahan banyak.

Secara khusus, tersusun dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPT) penambahan lahan untuk pembangunan 4 simpang susun (SS Pemalang, SS Sragi, SS Bojong, SS Batang) Frontage Road dan beberapa Main Road sesuai hasil review Basic Design dan ROW Plan bulan Januari 2017.“Prosesnya bukan ganti rugi tapi ganti untung jadi berbeda pemahaman, angkanya lebih tinggi dari pada yang diberikan pemerintah dulu,” katanya.

Ada beberapa tahapan terkait proses pengadaan perluasan lahan tol lanjutnya, pertama perencanaan persiapan dan pelaksanaan dan penyerahan hasil. Perencanaan dilakukan oleh pihak pembentukan tanah jajaran PUPR, dan saat ini tahapanya persiapan pelaksanaan ganti untung besaran angka yang disepakati bersama yang selanjutkanya dibuat berita acara.

“Penaksiran harga tanah ganti untung, dilakukan oleh tim apresial yang tidak bisa diintervensi siapapun dan hari ini bisa kita akan bahas titik mana yang terkena, yang kesepakatanya bisa di jadikan berita acara,” jelas Bambang Herwanto.

Sementara Sekertaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin mengatakan, perluasan lahan yang terkena proyek jalan tol hanya ada beberapa titik, tidak semua terkena perluasan pembangunan jalan tol seperti perumahan baru juga ada yang terkena, hinga harus pindah,

“Pemkab antisipasi agar masyarakat yang terkena perluasan tol ada manfaatnya, dan tidak ada permasalahan dalam pembebasanya melalui konsultasi publik ini, karna manfaat jalan tol sangat besar,” jelas Nasikhin.  

(sm/naf/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia