Jumat, 22 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Features
Perempuan Pecinta PSIS, Panser Girl

Nonton dengan Hati, Kerap Nangis Berjamaah

Minggu, 18 Feb 2018 15:53 | editor : Ida Nor Layla

Panser Girl berfoto bersama pada perayaan ulang tahun yang ke-15 di salah satu kafe di Semarang.

RAWAT KEBERSAMAAN : Panser Girl berfoto bersama pada perayaan ulang tahun yang ke-15 di salah satu kafe di Semarang. (DOKUMEN PANSER GIRL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Lima belas tahun berkumpul untuk mendukung tim kesayangannya, PSIS, banyak suka duka, serta perjuangan yang dirasakan Panser Girl Semarang. Apa saja cerita dari perempuan-perempuan pecinta bola ini?

”Pernah galau karena pacar. Tapi pas PSIS menang, galaunya hilang seketika. Atmosfir di stadion mampu membangkitkan perasaan tersendiri,” jelas Mila Camelia, salah satu anggota Panser Girl.

Ya, Panser Girl merupakan wadah bagi pecinta PSIS Semarang. Tentu sesuai namanya, Panser Girl beranggotakan para pendukung PSIS dari kalangan perempuan. Kecintaannya pada PSIS dibuktikan mereka dengan berbagai perjuangan untuk dapat menyaksikan tim kesayangannya berlaga di lapangan.

Panser Girl saat menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka.

NONTON DENGAN HATI : Panser Girl saat menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka. (DOKUMEN PANSER GIRL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Waktu itu, saya dari Bali mengalami kecelakaan. Besoknya PSIS main di Ciamis. Saya tetep paksain berangkat. Waktu nonton sih nggak sakit, pas pulang baru kerasa, haha,” jelas Mila seakan tak mampu menahan senyum mengingat kenangan itu.

Pernah juga, bersama beberapa anggota Panser Girl lainnya, perempuan yang sudah gabung selama 6 tahun ini sangat sedih. Sebab, mereka merasa tim kesayangannya tidak memiliki harapan lagi untuk bisa melaju ke babak berikutnya. Namun, kesedihan mereka berputar 180 derajat. Mereka senang bukan kepalang ketika PSIS menang. ”Senangnya itu lebih dari senang ketika dilamar,” ujarnya.

Cerita lain datang dari Indah Ani Sintia, anggota sekaligus salah satu pengurus Panser Girl. Indah menggemari sepak bola bukan tanpa tantangan. Cap negatif pada pendukung perempuan ini membuat beberapa orang di sekitar melarangnya untuk tergabung ke dalam Panser Girl. Tentu, kecintaannya pada PSIS tidak dapat menghalanginya. Indah mengaku sering curi-curi waktu untuk bisa berkumpul dengan Panser Girl lainnya saat menyaksikan PSIS bermain.

“Pernah izin kerja. Kan tidak enak kalau izin untuk nonton bola. Saya bilang ada acara keluarga. Lama-lama bos tahu, ha ha... Jadi ya sekarang harus pintar-pintar bagi waktu saja,” jelas indah.

”Kita loyal, tapi kita juga harus pintar. Kita sadar ada kehidupan lain dalam kapasitas kita sebagai pribadi,” imbuh perempuan yang mengaku kerja di Weleri Kendal ini.

Karena menonton dengan hati, tak jarang mereka menangis berjamaah saat menyaksikan tim kesayangannya tanding, baik menang atau kalah. Mereka menangis untuk dua hal. Menangis sedih dan bahagia. ”Hmmm bahkan mas-mas garang tatoan juga nangis saat PSIS kalah... Itu karena kami nonton dengan hati,” tegasnya.

Tidak hanya saat bermain di kandang, ketika bertandang ke kandang lawan pun Panser Girl sering ikut serta. ”Tapi nggak semua. Karena yang kerja kan pasti ada tanggungan kerja,” jelasnya.

Mereka berharap, dengan bertambahnya usia Panser Girl, ke depan para anggota bisa lebih kompak dan loyal kepada PSIS. Sebab, tidak hanya saat ada pertandingan saja kekompakan mereka muncul. Di luar pertandingan pun, mereka kompak melakukan kegiatan sosial. Salah satunya adalah memberikan sumbangan kepada panti asuhan.

(sm/cr4/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia