Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Puluhan Kendaraan Umum Kena Batunya

Kamis, 22 Feb 2018 09:40 | editor : M Rizal Kurniawan

RAZIA WASTIB: Operasi kendaran pengakut barang dan penumpang dilakukan Dishub Jateng di Jalan Soekarno-Hatta di depan Polsek Kendal Kota, kemarin.

RAZIA WASTIB: Operasi kendaran pengakut barang dan penumpang dilakukan Dishub Jateng di Jalan Soekarno-Hatta di depan Polsek Kendal Kota, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng bersama Dishub Kendal dan Polres Kendal menggelar razia pengawasan dan ketertiban (wastib) terhadap kendaraan angkutan barang dan penumpang.  Hasilnya puluhan kendaraan yang tak dilengkapi dengan surat kelengkapaan kendaraan maupun kelengkapan teknis kelaikan kendaraan terjaring.

Razia digelar Jalan Soekarno-Hatta di depan Polsek Kendal Kota. Sasaran utamanya adalah kendaraan barang seperti truk, pikup, trailer, mobil box dan sebagianya. Selain itu juga kendaraan penumpang terutama bus yang melintas di Kendal. 

Sebanyak 50 kendaraan baik kendaraan pengangkut barang maupun penumpung terjaring.  Rincianyya yakni 15 kendaraan tidak memenuhi teknis kelaikan jalan. “Seperti tidak ada kaca spion, lampu utama tidak menyala, lampu reting, wiper kaca, rem, dan sebagainya,” kata Kepala Seksi Lalu Litnas Balai 1 Semarang Dishub Jateng, Rusman Sayugo, kemarin (21/2).

Sedangkan 35 kendaraan lainnya tidak dilengkapi dengan kelengkapan surat kendaraan. Seperti SIM, STNK, surat uji KIR dan sebagainya. “Razia ini digelar untuk penertiban, sehingga mereka yang tidak lengkap baik secara teknis maupun surat kelengkapan agar dilengkapi,” tandasnya.

Razia ini tujuannya untuk keamanan baik pengemudi kendaraan sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Sebab kelengkapan teknis kendaraan dibuat tidak hanya untuk keamanan si pengendara sendiri, melainkan juga pengendara lainnya yang melintas dijalan raya. 

Sementara salah seorang pengendara kendaraan pikup, Sarjio mengaku jika operasi tersebut sangat positif. Sehingga kendaraan yang tidak lengkap  bisa diambil tindakan secara cepat. “Kalau perlu jangan boleh melintas agar tidak membahayakan kendaraan lain,” tandasnya.

(sm/bud/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia