Jumat, 22 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Kapolda Jateng Instruksikan Kapolres dan Kapolsek Razia Orgil

Kamis, 22 Feb 2018 09:05 | editor : M Rizal Kurniawan

TINGKATKAN KEAMANAN : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat jumpa pers, kemarin.

TINGKATKAN KEAMANAN : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat jumpa pers, kemarin. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah akan menggencarkan razia orang gila (orgil). Menyusul maraknya kasus penyerangan terhadap tokoh ulama oleh orang gila di Lamongan Jawa Timur.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono telah memerintahkan setiap jajaran Polres untuk melakukan razia orang gila di wilayah masing-masing. Tujuannya untuk pencegahan dan antisipasi adanya oknum tertentu untuk memicu pecahnya kerukunan antar umat beragama.

"Kemarin yang sudah melakukan Polres Cilacap, Kebumen, Solo, Jepara. Mereka berkoordinasi dengan Dinas sosial setempat, dan hasilnya ada 20 orang gila yang kemudian diamankan. Takutnya nanti dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya saat kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelejen 2018, Rabu (21/2).

Condro berharap kejadian penyerangan terhadap tokoh agama seperti yang terjadi di beberapa daerah bisa dihindari di Jateng. Selain itu, Condro juga memerintahkan, jajaran Intel  melakukan deteksi dini untuk mereduksi ganggaun kamtibmas.

"Mereka bisa ikut kegiatan tempat ibadah, tokoh agama, supaya dekat dan bisa mendeteksi dari awal dan mencegahnya," tegasnya.

Begitu juga, terhadap para Kapolres dan Kapolsek diinstruksikan untuk selalu intens bersilaturahmi ke ulama, pendeta, dan sebagainya. Sehingga mereka juga berbaur dengan masyarakat atau di tempat-tempat ibadah.

Terkait Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelejen 2018, Polda Jawa Tengah juga berencana akan meresmikan paguyuban Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) tingkat kecamatan.


"Ya dimulai dari tingkat kecamatan. Soalnya, isu-isu sentimen agama kerap terjadi di tingkat dasar atau akar. Kalau tidak diredam secara cepat, peristiwa seperti itu pasti akan meluas karena sensitif," katanya.

(sm/mha/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia