Senin, 18 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditipu Luar Dalam oleh Kenalan dari Medsos

Jumat, 23 Feb 2018 16:30 | editor : Pratono

BARANG BUKTI : Kapolsek Kertek AKP Deni Wibowo menunjukkan sangkur yang digunakan Cholis.

BARANG BUKTI : Kapolsek Kertek AKP Deni Wibowo menunjukkan sangkur yang digunakan Cholis. (Sumali Ibnu Chamid/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID - Modus penipuan dan kejahatan oleh kenalan dari media sosial kembali terjadi. Seorang gadis berusia 20 tahun asal salah satu wilayah di Wonosobo menjadi korban.

Polisi menangkap Cholis alias Cuplis, 25, warga Dukuh Bismo Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah. Tersangka diduga teleh menipu korban hingga kehilangan uang bahkan disetubuhi hingga hamil. Tak hanya itu, ia juga berusaha menggelapkan motor korban.

Pelaku dapat ditangkap Bhabinkamtibmas Desa Gondowulan Kecamatan Kepil Bripka Gigih Setyaji di sekitar Pasar Kertek saat berusaha membawa kabur Honda Vario milik korban. Saat ditangkap, pelaku mengadakan perlawanan dengan membawa senjata tajam sangkur.

Dari informasi yang dikumpulkan, korban pertama kali kenal pelaku lewat media sosial Facebook kemudian berlanjut ke pertemuan darat. Setelah berkenalan lebih lanjut, terjadilah persetubuhan di sebuah hotel. Cholis juga mengambil uang Rp 800 ribu milik korban. Kini korban telah hamil dua minggu.

Kanit Reskrim Polsek Kepil Ipda Saptono Wibowo menyatakan, Cholis kemudian diserahkan ke Polsek Kertek karena kejadian perkaranya berada di wilayah Polsek Kertek. Ia akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat RI No 12 tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam. “Sedangkan perkara lain sedang dalam penyelidikan,” kata Saptono, Kamis (22/2/2018).

Kanit Reskrim Polsek Kertek Ipda Slamet Riyanto menyatakan, pelaku saat ini baru dijerat pasal 2 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia dengan ancaman hukumnan 5 tahun penjara. Terkait perbuatan tersangka terhadap korban, Slamet menjelaskan, tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Akan tetapi saat ini Polsek Kertek hanya menangani kasus penggunaan senjata tajam. "Untuk perkara dengan korban akan diproses oleh anggota sesuai dengan tempat kejadian perkara,” jelasnya.

(sm/ale/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia