Senin, 18 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Film Yo Wis Ben, Suguhkan Komedi Universal yang Mudah Dicerna

Sabtu, 24 Feb 2018 05:38 | editor : Ida Nor Layla

Sejumlah pemain film Yo Wis Ben, Cut Meyriska dan Jhosua Suherman mengenalkan film terbarunya di Semarang, Kamis (22/2/2018).

PATUT DITUNGGU : Sejumlah pemain film Yo Wis Ben, Cut Meyriska dan Jhosua Suherman mengenalkan film terbarunya di Semarang, Kamis (22/2/2018). (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Sebuah film karya anak bangsa siap menggebrak bioskop Indonesia, kali ini film ‘Yo Wis Ben’ karya dari Bayu Skak, menjanjikan tontonan komedi yang mudah dicerna walaupun banyak menggunakan bahasa Jawa.

Tokoh utama sekaligus Co-Sutradara, Bayu Skak mengatakan walaupun 80 persen dialog dari film tersebut menggunakan bahasa Jawa, namun bahasa tersebut adalah bahasa yang dimengerti secara universal di Indonesia. Pemilihan diksi juga diperhatikan agar masyarakat di luar Jawa memahami konteks kalimat dan komedi yang ingin disuguhkan. Film ini dilengkapi subtitle bahasa Indonesia, membantu penonton yang tidak mengerti dialognya.

Ia menceritakan film ‘Yo Wis Ben’ menceritakan tentang siswa SMA yang memiliki ibu penjual pecel. Walaupun berasal dari keluarga tidak berada, sosok Bayu menjadi pemuda yang tidak mudah putus asa untuk mengejar cita-citanya. “Namun cerita komedi film ini sangat rapat,  banyak adegan lucu dengan bahasa Jawa yang membuat ketawa para penonton,” tuturnya.

Dalam film tersebut, mendapuk peran artis kenamaan seperti Cut Meyriska, Brandon Salim, Jhosua Suherman, Aliyah Faizah, Tutus Thomson, Glenca Chysara. Film ini diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan disutradarai oleh Fajar Nugros dan dirinya. Membutuhkan proses pembuatan 16 hari di Malang dan Jakarta. “Dialeknya gabungan antara bahasa Jawa Tengah dan Jawa Timuran,” paparnya.

Terpisah Cut Meyriska menambahkan jika dirinya bersama Aliyah Faizah jarang menggunakan dialog berbahasa Jawa, tidak mengalami kendala dalam berakting dan berdialog dalam film. “Puas rasanya karena di Malang dan Surabaya, film ini disambut antusiasme penonton. Setiap kota kami targertkan bisa tembus 500.000 penonton,” pungkasnya. 

(sm/den/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia