Minggu, 24 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Belum Setahun Diperbaiki, Jembatan Putus, Warga Candirejo Terisolasi

Sabtu, 24 Feb 2018 06:17 | editor : Ida Nor Layla

Jembatan Sunut yang putus sepanjang 15 meter, dan warga naik ke atas jembatan dengan tali.

AKSES TERPUTUS: Jembatan Sunut yang putus sepanjang 15 meter, dan warga naik ke atas jembatan dengan tali. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN- Jembatan penghubung Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak dengan Dukuh Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang putus, Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 04.00. Jembatan yang belum setahun diperbaiki dengan dana Rp 649,7 juta oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang ini ambrol sepanjang 15 meter dengan lebar 2,75 meter. Praktis, akibat putusnya Jembatan Sunut ini aktivitas warga Dukuh Sapen lumpuh total, bahkan terisolasi.

Kades Candirejo, Haryoto, mengungkapkan, ambrolnya Jembatan Sunut itu bukan karena kualitas bangunan yang buruk, namun lantaran tergerus banjir. Selain itu, kata dia, tanah di sekitar jembatan yang labil.   “Tanah di sini labil, semacam lempung jenisnya,” ujarnya.

Diakui, akibat putusnya jembatan tersebut melumpuhkan aktivitas masyarakat Dusun Sapen dan warga Kecamatan Karangawen, Demak.  Sedikitnya 214 kepala keluarga (KK) atau sekitar 580 jiwa warga Dukuh Sapen dan 158 KK atau 350 jiwa warga Dukuh Borangan sangat bergantung pada jembatan ini.  “Tidak ada warga yang ke pasar, anak-anak juga tidak bisa sekolah. Mau menyeberang, sungainya banjir. Jadi, kami benar-benar terisolasi,” katanya.

Kapolsek Karangawen AKP Arifin menggendong seorang siswi menyeberangi sungai Jragung, Kamis (22/2/2018).

SEBERANGKAN SISWI: Kapolsek Karangawen AKP Arifin menggendong seorang siswi menyeberangi sungai Jragung, Kamis (22/2/2018). (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, mengungkapkan, Pemkab Semarang akan segera mengirimkan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun kembali jembatan tersebut.

Pihaknya berharap supaya Kementerian PUPR meluruskan aliran sungai yang mengalir di bawah jembatan Dusun Sapen. “Karena ambrolnya jembatan itu tergerus aliran sungai di bawahnya. Jadi, kita akan surati dulu Kementerian PUPR meminta supaya alirannya bisa diluruskan,” kata Totit.

Camat Karangawen, HM Syahri, mengatakan, akibat jembatan putus itu, warga harus memutar, karena jembatan itu satu-satunya akses keluar.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan, terkait dengan ambrolnya Jembatan Sunut itu, jajaran kepolisian Polsek Karangawen langsung terjun untuk menolong warga setempat. Petugas membantu menyeberangkan warga yang mengangkut hasil bumi, gas elpiji dan sembako.

Adapun, warga yang menyeberang jembatan Dukuh Sapen ini berinisiatif menggunakan tali tambang. Tali dikaitkan dari tepi Sungai Jragung kemudian ditarik ke atas hingga nyantol di jembatan yang masih utuh.

Yang menarik, kata dia, Kapolsek Karangawen AKP Arifin beserta jajarannya juga membantu menggendong para siswa SMA Al Hasaniah Jragung Karangawen yang akan mengikuti tryout dengan cara menyeberangi sungai dengan kondisi arus deras.

Dua siswi kelas XII yang digendong adalah Lusi Indriyani dan Siti Dewi Permatasari. Keduanya warga Dukuh Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus. “Dengan putusnya jembatan itu, petugas kepolisian langsung tanggap membantu warga,”pujinya.

Jumain, warga yang juga guru SMA Al Hasaniah mengatakan, warga kesulitan menyeberang sungai pasca jembatan putus. “Beruntung ada bapak polisi yang bersedia menolong anak-anak kami,”ujarnya.

(sm/ewb/hib/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia