Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Pembunuhan dan Pengecoran Segera Digelar

Rabu, 28 Feb 2018 12:00 | editor : Pratono

Rekonstruksi Pembunuhan dan Pengecoran Segera Digelar

RADARSEMARANG.ID—Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal berencana melakukan rekonstruksi atau reka ulang kasus dugaan pembunuhan Pemandu Karaoke (PK) Dinasti, Gonoharjo Kendal, Fitri Anggraeni dengan cara dicor di bak kamar mandi. 

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan, sejauh ini pihaknya sedang menentukan titik adegan dalam reka ulang nantinya. Yakni dengan mengetahui kronologi dan motif pembunuhan yang diduga dilakukan tersangka Didik Ponco Sulistyo.

Guna mengetahui kronologinya secara betul, saat ini penyidik Satreskrim Polres Kendal sedang mengumpulkan barang bukti pendukung. Yakni berupa keterangan pelaku dan saksi maupun barang bukti lainnya. Termasuk mengonfrontir keterangan pelaku dan saksi guna memperoleh validasi.

“Sejauh ini, selain pelaku sudah ada lima saksi yang kami periksa. Termasuk istri pelaku dan keluarga korban. Baru setelah saksi-saksi ini cukup kuat, kami akan menentukan titik-titik berapa adegan yang berkesinambungan untuk dilakukan dalam reka ulang kejadian tersebut,” tandasnya.

Perihal kapan akan dilakukan reka ulang, Aris belum bisa membeberkan. Sebab penyidik masih fokus mengumpulkan barang bukti dan mencari keteragan dari saksi-saksi.

Perihal adanya dugaan keterlibatan Lestari, istri pelaku Didik, sejauh ini Kasatreskrim memastikan belum ada. Sebab dari keterangan yang didapat polisi, Lestari tidak tahu adanya pembunuhan keji yang dilakukan suaminya. Pasalnya, saat kejadian Lestari sedang tidak di rumah.  Lestari sedang pergi bersama anaknya jalan-jalan ke Bandungan, Kabupaten Semarang. “Kami rasa tidak terlibat, dari saksi-saksi maupun bukti, Lestari justru tidak tahu menahu perbuatan keji suaminya kepada Fitri yang tidak lain temannya saat masih SMP,” tambahnya.

Track record kejahatan yang dilakukan Didik, selain pembunuhan, juga terlibat kasus pembegalan motor yang saat ini disidik Polres Kendal. Selain itu, ia seorang residivis yang dipenjara di Ambarawa karena kasus pembegalan sepeda motor. “Didik ini pernah dihukum empat tahun,” jelasnya.

Sementara ini, pihak keluarga berharap pembunuh Fitri dihukum seberat-beratnya. “Kalau perlu dihukum mati, karena kasihan anak saya telah dibunuh dengan cara yang keji seperti itu. Yang lebih kasihan lagi, cucu saya Devita Sabila Mukaromah, 5, anaknya Fitri harus hidup sebatang kara,” kata ayah korban, Sukardi.

(sm/bud/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia