Jumat, 22 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Wali Kota Hendi Sulap Hutan Kota Tinjomoyo Jadi Pasar Digital

Senin, 12 Mar 2018 09:34 | editor : Ida Nor Layla

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi hutan kota Tinjomoyo yang akan disulap menjadi destinasi wisata yang instagramable.

KONSEP INSTAGRAMABLE : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi hutan kota Tinjomoyo yang akan disulap menjadi destinasi wisata yang instagramable. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, terus berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa di Kota Semarang melalui pengembangan sektor pariwisata. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan revitalisasi aset-aset milik Pemerintah Kota Semarang yang luput dari perhatian pemerintah sebelumnya, untuk dijadikan daya tarik wisata Kota Semarang.

Aset milik Pemkot Semarang yang direvitalisasi tersebut antara lain Hutan Kota Tinjomoyo yang berada di Kecamatan Banyumanik. Tinjomoyo sendiri sebelum 2006 lebih dikenal sebagai kebun binatang.  Namun akibat adanya banjir besar Kaligarang,  akses jembatan menuju Tinjomoyo terputus, hingga akhirnya Pemkot Semarang memindahkan kebun binatang ke kawasan baru di daerah Mangkang. 

Pasca pemindahan kebun binatang yang semula di Tinjomoyo ke daerah Mangkang itu, aset milik Pemkot Semarang seluas 57,5 hektare tersebut pun seakan terbengkalai. Hal tersebut terlihat dari kondisi infrastruktur di dalamnya yang tidak terawat dan tidak tersentuh oleh pemerintah. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba hammock di hutan wisata Tinjomoyo.

COBA HAMMOCK : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba hammock di hutan wisata Tinjomoyo. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Namun saat ini Tinjomoyo mulai kembali bergeliat sebagai daya tarik wisata Kota Semarang di bawah kepemimpinan wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut. Setelah membangun kembali akses jembatan menuju Tinjomoyo yang terputus, kini aset milik Pemkot Semarang yang dulu terbengkalai itu sedang digarap menjadi sebuah area pasar digital, bernama 'Pasar Semarangan Tinjomoyo'.

"Jadi, konsepnya Tinjomoyo ini akan menjadi sebuah Pasar Digital terbuka, yaitu sebuah pasar tradisional yang Instagramble di alam terbuka, dengan sistem pembayaran cashless (non tunai),” jelas Hendi saat meninjau pembangunan Hutan Kota Tinjomoyo, Selasa (6/3/2018).

"Konsep ini juga menjadi representasi pembangunan Kota Semarang sebagai Smart and Sustainable City", tambahnya. Beberapa agenda wisata juga telah terencana untuk diselenggarakan di Hutan Kota Tinjomoyo tersebut. "Untuk soft launch-nya kita agendakan pada tanggal 17 Maret, dan pembukaan Semarang Great Sale tanggal 7 April 2018 nanti juga akan diselenggarakan di sini,” tutur Hendi.

"Pasar Semarangan sendiri rencananya pada tiga bulan pertama akan dibuka setiap Sabtu dari jam tiga sore sampai sembilan malam, di luar waktu itu masyarakat juga dapat menggunakan area Pasar Semarangan ini untuk santai-santai atau jogging,” detailnya.

Hendi optimistis, revitalisasi aset-aset wisata milik Pemerintah Kota Semarang seperti Hutan Tinjomoyo ini dapat berkontribusi mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang menjadi sekitar 6 persen, dari yang semula pada 2016 telah berada di angka 5,69 persen. "Pertumbuhan ekonomi tentu saja komponennya banyak, tapi target saya, sektor pariwisata yang sebelumnya tidak tergarap, dapat lebih berkontribusi saat ini," katanya.

(sm/den/dit/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia