Rabu, 20 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Sosok

Rela Begadang Demi Menulis Cerpen

Senin, 12 Mar 2018 13:10 | editor : Ida Nor Layla

Mahasiswi PBSI UPGRIS, Dhani Susilowati

Mahasiswi PBSI UPGRIS, Dhani Susilowati (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Setiap orang tua menghendaki yang terbaik bagi anaknya. Termasuk dalam mendidik anaknya. Tak heran bila para orang tua menerapkan peraturan dan kedisiplinan yang ketat. Masa kecil seperti inilah yang dilewati Dhani Susilowati. Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini mengaku orangtuanya sangat ketat dalam mengatur kedisiplinan.   

“Meskipun keras dan disiplin, orang tua tetap memberikan saya waktu untuk bermain. Saya tahu bahwa orang tua ingin saya jadi anak yang bisa diandalkan, maka saya ingin jadi guru,” kata dara asal Desa Kalidadap, Wonosobo.

Bagi gadis kelahiran Wonosobo, 5 Februari 1997 ini, guru adalah sosok yang sangat berjasa. Terlebih lagi, di desanya yang akses jalannya masih sulit otomatis profesi guru menjadi sosok yang disegani oeh warganya. Beruntung, Dhani mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya untuk menjadi seorang guru. “Orang tua saya sangat mendukung, mengingat cita-citanya dulu ingin menjadi guru dan tidak terpenuhi karena kendala biaya,” ujarnya.

Ada cerita menarik yang melatarbelakangi Dhani memilih ingin menjadi guru Bahasa Indonesia. Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Dhani mengaku sejak SD menyukai Bahasa Indonesia. Ditambah lagi, waktu SMA Dhani dekat dengan guru Bahasa Indonesia, meski saat itu ia belum kenal sastra. “Jadilah saya punya pikiran untuk ambil kuliah di jurusan PBSI,” kenang putri pasangan Mismanto dan Jeminah ini.

Keseriusan Dhani memilih jurusan ini dibuktikan dengan segudang bakat sejak SMA. Kecintaannya pada Bahasa Indonesia membawanya kian dekat dengan buku bacaan dan kegiatan literasi lainnya seperti menulis. Dhani beberapa kali menulis untuk Rohis di SMA. Saat kuliah, ia bergabung dengan UKM KIAS yang aktivitasnya pada kegiatan menulis. “Saya banyak menimba ilmu menulis dari cerpenis S Prasetyo Utomo,” akunya.

Ketekunannya itupun menuai hasil. Di antaranya, ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) UPGRIS, dan cerpennya itu terhimpun dalam buku kumpulan di cerpen Layung (2015) serta buku Kekasih Lautong dan Melati untuk Lin (2016). “Waktu terbaik untuk menulis bagi saya adalah dini hari, karena saya termasuk orang yang kurang suka keramaian. Suasana berisik jadi sulit untuk fokus. Saya biasa begadang saat menulis cerpen,” tutur dara yang mengidolakan cerpenis  Seno Gumira Ajidarma ini.

(sm/tsa/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia