Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Diduga Cabuli Murid, Guru SD Dipolisikan

Jika Terbukti, Pemkot Siap Tindak Tegas

Senin, 12 Mar 2018 14:43 | editor : Ida Nor Layla

Diduga Cabuli Murid, Guru SD Dipolisikan

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Institusi pendidikan di Kota Semarang kembali tercoreng. Kali ini, mencuat kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Semarang berinisial FO. Kasus tersebut mencuat, setelah orang tua siswa melaporkan ke Polrestabes Semarang atas dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya.

Adalah WFP, 36, warga Semarang, orangtua murid berinisial CA, 8, siswi yang masih duduk di bangku kelas 3. Williem ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Sabtu (10/3/2018). Sedangkan pelecehan yang dialami oleh CA ini terjadi di ruangan salah satu kelas, pada Kamis (8/3/2018).

Menurut keterangan WFP di depan petugas, dugaan perbuatan itu diketahuinya setelah anaknya tersebut cerita bahwa oknum guru tersebut berbuat tidak senonoh kepada CA. "Dari keterangan anak saya, oknum guru ini diduga melakukan pelecehan dengan cara menggerayangi dan menciumi alat kelaminnya," ungkap Williem saat melapor ke SPKT Polrestabes Semarang, Sabtu (10/3/2018).

Dari keterangan CA, lanjut WFP, sebelum melakukan dugaan perbuatan tersebut, anaknya dan beberapa siswi lainnya dikumpulkan di dalam ruang kelas. Kemudian, pintu ruangan ditutup. "Ya, kemungkinan ada murid-murid lain yang diperlakukan sama dan belum melapor, karena orangtuanya tidak mengetahui," katanya.

Kejadian dugaan ini telah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Semarang, guna dilakukan penyelidikan. WFP berharap, dugaan kasus ini ditindaklanjuti secepatnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna saat dikonfirmasi menyatakan akan menindaklanjuti pelaporan tersebut. Nantinya, kasus ini ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Semarang dengan memanggil pihak pelapor maupun korban akan dimintai keterangan.

"Kalau sudah memintai keterangan saksi-saksi, penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap terlapor, untuk dimintai keterangan. Kalau terbukti ya kami jerat dengan undang-undang perlindungan anak yang ancamanya (hukuman) 5 tahun ke atas," katanya.

Menanggapi pelaporan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, turut angkat bicara. Menurutnya, jika tindakan tersebut terbukti, maka tidak bisa ditoleransi. “Kami tidak akan toleransi. Jika ini benar terbukti, akan kami tindak tegas,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (10/3/2018).

Politisi Partai PDIP ini mengaku telah berkali-kali mengingatkan kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang, kepala sekolah, dan guru untuk tidak melanggar norma susila maupun norma agama. “Guru kan digugu lan ditiru, artinya memberikan contoh. Jadi harus bertindak yang bagus dan contoh bagi siswanya, bukan malah melanggar norma susila. Saya juga sudah sering mengingatkan,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Mbak Ita –sapaan akrab Hevearita G Rahayu, akan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin untuk menindaklanjuti adanya dugaan kasus pencabulan tersebut. “Nanti saya juga akan mengumpulkan kepala sekolah yang berada di bawah naungan Disdik dan Pemkot,” tegasnya.

Jika terbukti bersalah, lanjut Mbak Ita, pihaknya akan memberikan sanksi tegas. Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. “Tentu akan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku, entah itu honorer ataupun PNS. Bahkan kalau terbukti melakukan tindak pidana, akan dipecat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, sampai pukul 21.00 malam belum bisa dikonfirmasi terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

(sm/mha/ida/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia