Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Genjot PAD di Kebun Benih Payaman

Selasa, 13 Mar 2018 14:15 | editor : Baskoro Septiadi

KURANG MAKSIMAL : Anggota Komisi C DPRD Jateng saat kunjungan kerja di KBTPH Payaman, Kabupaten Magelang.

KURANG MAKSIMAL : Anggota Komisi C DPRD Jateng saat kunjungan kerja di KBTPH Payaman, Kabupaten Magelang. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID – DPRD Jateng berharap Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Payaman, Kabupaten Magelang tahun ini bisa memberi pemasukan setelah 2 tahun tidak ditarget pendapatan asli daerah (PAD).

KBTPH Payaman telah memberdayakan lahan produksinya dengan ditanami 1.200 pohon pisang raja bulu. Penanaman pisang itu sebagai salah satu bentuk optimalisasi aset yang ada. Anggota Komisi C DPRD Jateng Sri Ruwiyati mengungkapkan, pihaknya sangat menghargai kerja kreatif dan inovatif yang dilakukan jajaran KBTPH Payaman. “Untuk meningkatkan PAD di tengah kekurangan pasokan air di lahan seluas 2,6 hektare, memang perlu gagasan kreatif dan inovatif serta dieksekusi dengan kerja keras,” ujarnya saat kunjungan kerja ke KBTPH Payaman, beberapa waktu lalu.

Menurutnya hal tersebut bisa dicontoh oleh satker lain di bidang pertanian maupun perkebunan. Banyak yang memiliki lahan tapi tidak diberdayakan karena berbagai kendala. “Kami dapat memastikan, dengan 1.200 pohon pisang itu, tahun ini PAD dari Kebun Payaman bakal ada, ya sekitar seribuan tandan pisang kalikan saja Rp 7.500 kan lumayan, dari pada dibiarkan terbengkalai," tuturnya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Sidi Mawardi menambahkan, memang kontribusi PAD dari KBTPH Payaman sangat kecil. Tercatat dalam lima tahun terakhir hanya maksimal belasan juta. Bahkan pada 2017 lalu kontribusi PAD-nya hanya Rp 4,6 juta. "Ini tidak sepadan dengan anggaran yang diserap maupun luasan lahannya yang mencapai 2,6 hektare," tegas legislator Partai Golkar itu.

Dengan memiliki lahan seluas 2,6 hektare dengan lahan tadah hujan, KBTPH itu sering tidak dapat melaksanakan tupoksinya di bidang pengembangan benih hortikultura buah-buahan seperti kelengkeng. Pada musim kemarau kerap kekurangan pasokan air. Sementara untuk membuat sumur dalam tidak dimungkinkan karena lokasinya di tengah pemukiman.

(sm/ric/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia