Senin, 18 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Ida Diwanti-wanti Jangan Korupsi

Selasa, 13 Mar 2018 14:26 | editor : Baskoro Septiadi

DIALOG: Cawagub Jateng Ida Fauziyah terlihat akrab dengan masyarakat.

DIALOG: Cawagub Jateng Ida Fauziyah terlihat akrab dengan masyarakat. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID – Cawagub Jateng Ida Fauziyah terus melakukan silaturahmi dengan masyarakat. Saat menyapa masyarakat di Pasar Suronegaran, Kabupaten Purworejo, ia diwanti-wanti agar tidak korupsi. Banyak pesan dan harapan yang disampaikan pedagang maupun pembeli kepada mantan Ketua Umum Fatayat tersebut.

"Kalau nanti jadi, mugo-mugo iso mbangun Jawa Tengah lan ojo  korupsi," ujar Rohmah, pedagang sayur di pasar tersebut. Rohmah menambahkan, masyarakat harus diperhatikan, utamanya warga kelas bawah sehingga kesejahteraannya meningkat. Warga Baledono, Purworejo ini juga mendoakan agar langkah Ida menjadi wakil gubernur tercapai. "Mugi lancar, asal kalau sudah jadi benar-benar memikirkan rakyate," tegasnya.

Ida Fauziyah sempat kaget karena tiba-tiba disalami salah seorang warga. "Nama saya juga Ida, pengin salaman dan foto bersama," katanya kemudian mengajak Ida Fauziyah berfoto bersama.

Warga bernama Ida tersebut juga berharap Ida Fauziyah bersama Sudirman Said benar-benar bisa membawa Jateng semakin baik. Di pasar tersebut, Ida juga membeli sejumlah barang, seperti ikan, tahu, buah duku, dan gula Jawa asli buatan warga Purworejo.

Ida menyatakan, pergi ke pasar tradisional merupakan kebiasaannya. Ia ingin tetap nguri-uri pasar tradisional. Selain itu, di pasar tradisional semua barang kebutuhan juga lengkap. "Saya sudah biasa ke pasar tradisional, beli barang-barang yang dijajakan. Saya hobi ke pasar, saya banget lah soal pasar," katanya.

Ida mengakui banyak harapan dan pesan dari masyarakat yang beraktifitas di pasar. Bahkan, pasar tradisional merupakan denyut perekonomian masyarakat yang harus terus dipertahankan. Karena  ribuan masyarakat menggantungkan hidup di pasar tradisional. "Tentu semakin hari, pasar tradisional harus semakin baik, sehingga keberadaannya benar-benar menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat," terangnya.

(sm/fth/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia