Sabtu, 23 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Melukis Henna untuk Amal

Selasa, 13 Mar 2018 14:39 | editor : Baskoro Septiadi

MOTIF FLORAL : Salah seorang pengunjung Mal Ciputra memamerkan tangannya yang telah dilukis henna untuk dipotret rekannya.

MOTIF FLORAL : Salah seorang pengunjung Mal Ciputra memamerkan tangannya yang telah dilukis henna untuk dipotret rekannya. (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Sebanyak 30 henna artist melukis tangan para pengunjung Mal Ciputra, Senin (12/3/2018). Kegiatan bertajuk ‘Henna Art for Charity’ ini merupakan bagian dari pengumpulan dana untuk korban banjir dan tanah longsor di Brebes.

Ragam motif dipilih oleh para pengunjung yang mendatangi stan di atrium mal ini. Mulai dari motif floral khas henna Arab bagi yang ingin tampilan lebih feminim, hingga modifikasi motif batik untuk tampilan etnik. Selain motif-motif tersebut ada juga pengunjung yang meminta paduan nama serta floral atau paduan lainnya.

“Usai makan siang di mal dengan beberapa teman, kemudian lihat ada banyak seniman henna, kemudian tertarik. Kalau saya penyuka motif floral, tidak mahal dan untuk kegiatan sosial juga. Jadi ya ikut meramaikan,” ujar Nanda, salah seorang karyawan swasta.

Ketua Central Java Henna Artist, Dian Rosianti mengatakan, kegiatan sosial ini bisa dibilang sebagai roadshow untuk Gathering Nasional Henna Artist yang rencananya akan dihelat pada September mendatang di Mal Ciputra Semarang.

“Sebagai komunitas, kami tidak hanya mendorong anggota untuk mengasah kemampuan, tapi kami juga ingin turut serta dalam kegiatan amal melalui keahlian yang kami miliki,” ujarnya.

Promotion Manager Mal Ciputra Semarang, Catur Agus Joko Widodo menambahkan, pengunjung yang dilukis henna cukup menyisihkan minimal Rp 20.000. Sesuai tajuknya, uang yang terkumpul akan disumbangkan untuk keperluan sosial. “Semua uang pendaftaran henna disumbangkan untuk korban banjir dan tanah longsor di Brebes,” ujarnya.

Rangkain event “Music, Art, Fashion and Food” ini dibuka dengan fashion show busana batik bertema ‘The World Heritage’, kemudian malamnya pengunjung dihibur band Tanpa Title yang menyuguhkan lagu-lagu Koes Ploes.

(sm/dna/dit/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia