Senin, 28 May 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Bentuk Karakter Anak Lewat Olahraga

Rabu, 09 May 2018 21:05 | editor : M Rizal Kurniawan

LEBIH ASYIK : Beberapa peserta nampak antusias dan gembira saat mengikuti latihan Star Coach dengan tema Pemberdayaan Pemuda Melalui Olaharaga di Lapangan Sidodadi Semarang.

LEBIH ASYIK : Beberapa peserta nampak antusias dan gembira saat mengikuti latihan Star Coach dengan tema Pemberdayaan Pemuda Melalui Olaharaga di Lapangan Sidodadi Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Pendidikan karakter bagi generasi muda perlu dilakukan sejak usia dini. Tujuannya adalah mencetak generasi muda yang tangguh, serta bisa bekerjasama dengan orang lain dalam menyelesaikan masalah. Hal inilah yang coba diusung Starbucks dengan menyelenggarakan Star Coach dengan tema Pemberdayaan Pemuda Melalui Olaharaga.

Store Manager Starbucks Paragon, Zaenal Arifin, mengatakan, acara tersebut digelar di delapan kota lainnya termasuk Semarang, bentuk acara dilaksanakan adalah campaign sport education kepada siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah sepak bola (SSB) yang ada di Semarang.

"Total ada sekitar 100 siswa yang ikut, kami menggandeng ASA Foundation untuk memberikan materi sepak bola kepada para siswa," katanya saat ditemui di Lapangan Sidodadi Karang Tempel, Semarang, Selasa (8/5).

Permainan sepak bola yang diberikan kepada para peserta, lanjutnya, bukan sekadar skill ataupun teknik bermain, melainkan lebih ditekankan pada pendidikan karakter melalui olahraga. "Kami melatih kerjasama tim, bergotongroyong untuk memecahkan masalah, tidak mudah menyerah dan peduli dengan sesama, sikap inilah yabg saat ini mulai luntur dari generasi muda kita," ucapnya.

Tujuan dari acara tersebut lanjut Zainal adalah bisa mencetak generasi muda yang respect kepada sesama, bisa saling mengenal dan punya jiwa solidaritas tinggi jika teman sedang dalam situasi sulit. "Karena menurut kami skill itu bisa diasah, namun karakter pemain bola yang baik harus dibentuk sejak dini," jelasnya.

Sementara itu Eko Darmawan dari Asian Soccer Academy (ASA) Foundation menerangkan, cara latihan yang diberikan kepada para peserta bukan hanya sekadar taktik ataupun strategi dalam bermain bola, melainkan lebih kepada kerjasama tim dan pemecahan masalah bersama yang dibuat lebih fun dan tidak tegang.

"Contoh menu latihannya adalah saat pemanasan mereka diminta membuat lingkaran dan bergandengan tangan sambil mengenalkan diri serta maju ke depan, dengan cara ini dari semua peserta akan saling mengenal satu sama lainnya," tambahnya.

Dengan cara simple seperti itu, lanjut Eko, para peserta secara tidak langsung akan menunjukkan cara kepemimpinan atau leadership."Secara tidak langsung juga, mengajari siswa untuk punya jiwa pemberani. Inilah yang kami ingin tekankan, disamping karakter lainnya," pungkasnya. 

(sm/den/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia