Sabtu, 26 May 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Hendi Kerahkan 75 Tangki Air Gratis

Kamis, 10 May 2018 07:45 | editor : M Rizal Kurniawan

Petugas tengah melakukan pengisian air bersih ke dalam truk tanki guna disalurkan kepada pelanggan PDAM

Petugas tengah melakukan pengisian air bersih ke dalam truk tanki guna disalurkan kepada pelanggan PDAM (Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi perintahkan PDAM Tirta Moedal distribusikan air tangki secara masif. Sedikitnya 75 tangki air didistribusikan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Semarang di wilayah timur.

Tercatat ada 50.274 pelanggan PDAM di wilayah timur Kota Semarang terdampak gangguan aliran air dari Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Kudu. Gangguan aliran air tersebut merupakan dampak dari adanya penurunan debit pasokan air baku ke IPA Kudu, Genuk, yang diambilkan dari Bendung Kletak, Klambu, Kabupaten Grobogan. Penurunan debit pasokan air itu sendiri terjadi dikarenakan masuknya musim kemarau, serta adanya pembangunan rehabilitasi saluran di Bendung Klambu.

 Hendi, sapaan akrabnya menuturkan, total ada hampir 400 ribu liter air yang terdistribusi kepada warga terdampak gangguan aliran IPA Kudu tersebut.

 "Kita sosialisasikan, untuk warga terdampak gangguan aliran PDAM yang dari IPA Kudu, bisa menghubungi nomor (024)76920999 untuk mendapatkan layanan air tangki", jelas Hendi.

 "Gratis! ini gratis, tidak ada biaya tambahan, terkhusus untuk masyarakat di wilayah timur yang terdampak," tegasnya. 

Hendi menjelaskan jika 1 unit tangki dimaksimalkan untuk membawa sekitar 5.000 liter air ke rumah-rumah warga. "Hari ini (kemarin) saya cek, pengiriman tangki air berjalan lancar, dan ini merupakan bentuk penanganan darurat yang dilakukan oleh PDAM, tentu saja disamping mengupayakan agar pasokan air di IPA Kudu dapat segera normal," tandasnya.

Terkait normalisasi distribusi air dari IPA Kudu sendiri, Hendi meyakinkan jika sudah ada beberapa upaya yang mulai dilakukan PDAM. "PDAM sudah mengupayakan penambahan air baku dari Sungai Dombo di Sayung, Sungai Serang di Gubug, dan beberapa sungai lainnya. Bila itu belum mencukupi maka akan diambilkan air dari IPA Kaligarang," terang Hendi.

"Namun tentu saja butuh waktu untuk memasang pompa air untuk mengambil pasokan air dan lainnya. Harapan saya tentu saja bisa lebih cepat normal dari estimasi awal," tandasnya.

(sm/cr4/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia