Sabtu, 26 May 2018
radarsemarang
icon featured
Metro Pekalongan

Bupati Pekalongan Bagikan 448 Sertifikat Tanah

Selasa, 15 May 2018 16:05 | editor : Baskoro Septiadi

BAGIKAN SERTIFIKAT: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyerahkan sertifikat tanah pada warga kelurahan Kedungwuni Timur, kemarin.

BAGIKAN SERTIFIKAT: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyerahkan sertifikat tanah pada warga kelurahan Kedungwuni Timur, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi membagikan 448 sertifikat tanah milik warga Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, yang tergabung dalam Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Bupati Asip mengungkapkan bahwa Program PTSL akan mampu mendorong  pergerakan dan kemajuan ekonomi masyarakat bawah. Sebab,  sertifikat yang dimiliki oleh masyarakat  bisa menjadi barang berharga.

“Ini sudah terbukti  bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan. Sertifikat  bisa menjadi modal mereka untuk memajukan usaha,” ungkap Bupati Asip Senin (14/5/2018) kemarin.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa untuk tahun 2017, Kabupaten Pekalongan mendapatkan sertifikat tanah program PTSL sebanyak 23.500 bidang tanah. Sedangkan untuk tahun 2018 ini akan mendapatkan 47.000 bidang tanah.

“Ini adalah program dari Bapak Presiden Jokowi. Dengan sertifikat ini, pemilik tanah sudah memiliki kepastian hukum atas status tanahnya. Untuk itu saya mohon agar sertifikat ini dijaga benar dari kerusakan dan jangan sampai hilang,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menjelaskan program PTSL basisnya adalah untuk seluruh warga desa baik yang miskin maupun yang kaya, pejabat maupun rakyat. “Seperti saya kebetulan warga Kelurahan Kedunwuni Timur, jadi mendapatkan sertifikat dari program PTSL ini,” jelas Bupati Asip.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha BPN, Puspito, menyampaikan untuk Kelurahan Kedungwuni Timur sebenarnya mendapatkan kuota sertifikat 451 bidang tanah. Namun, yang dapat diserahkan pada hari itu sejumlah 449 sertifikat, sedangkan untuk yang dua masih belum sesuai dengan data.

“Sebenarnya untuk Kedungwuni Timur ini mendapatkan 451 sertifikat, akan tetapi yang dua sampai detik ini datanya belum sesuai. Insya Allah akan tetap jadi. Kami akan membutuhkan waktu guna menyelesaikan yang dua itu,” terang Puspito meyakinkan warga. (thd/bas)

(sm/thd/bas/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia