Minggu, 27 May 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Sabu Senilai Rp 3,2 Miliar Dimusnahkan

Rabu, 16 May 2018 13:22 | editor : Pratono

MUSNAHKAN SABU: Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menunjukkan barang bukti sabu yang dimusnahkan.

MUSNAHKAN SABU: Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menunjukkan barang bukti sabu yang dimusnahkan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID- Narkoba jenis sabu sebanyak 3,2 kg dimusnahkan oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Selasa (15/5/2018). Narkotika ini merupakan barang bukti hasil penggungkapan kasus dengan nilai taksir mencapai Rp 3,2 miliar.

 

Sebelum dimusnahkan, dilakukan tes keasliannya oleh Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang. Setelah itu, dimasukkan ke dalam ember yang berisi air dan sudah dicampur deterjen dan solar. Kemudian diaduk hingga sabu-sabu tersebut tidak berbentuk. Selanjutnya, sabu-sabu yang sudah tak berbentuk itu dimasukkan ke dalam tolilet untuk dibuang dengan disaksikan oleh para tersangka.

“Sebelum dimusnahkan, kami menyisakan barang bukti sedikit untuk alat bukti untuk proses hukum selanjutnya," ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat kegiatan pemusnahaan barang bukti di kantornya, Selasa (15/5/2018).

Pemusnahan yang dilakukan di halaman Kantor BNNP Jateng ini juga disaksikan Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Wachyono. “Pemusnahaan barang bukti ini untuk menjalankan mandat pasal 91 ayat (2) dan (3) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk perlawanan kami terhadap peredaran narkoba," jelasnya.

Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kelompok jaringan pengedar sabu yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) beberapa waktu lalu, dan di Stasiun Tawang Semarang, Kamis (12/4/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

Pelaku yang berhasil diamankan, yakni M Nurul Imam, 29, warga Wiradesa, Pekalongan; Tri Yuwono, 38, warga Padureso, Kebumen; Budi Priyanto, 35, narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Pekalongan, serta Ariyanto, 40, warga Tegalreja, Cilacap, yang terpaksa ditembak mati karena berusaha melarikan diri. "Saat ini para tersangka masih ditahan di BNNP Jateng untuk melengkapi berkas," katanya.

(sm/mha/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia