Senin, 28 May 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Sebar Petugas di Jalan Tol Setiap 5 Km

Kamis, 17 May 2018 18:13 | editor : M Rizal Kurniawan

FOTO DOK.

FOTO DOK.

RADARSEMARANG.ID - Aksi terorisme dan radikalisme yang semakin marak jelang Ramadan menjadi perhatian khusus semua pihak, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Sebagai antisipasi, Polda Jateng akan mempertebal pengamanan dengan mengerahkan 21 ribu personel. 

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, ancaman teror menjadi prioritas utama pencegahan dalam koordinasi menjelang arus mudik dan balik. Pihaknya memastikan jumlah anggota yang akan mengamankan objek vital akan ditambah.

"Kesiapsiagaan anggota yang melaksanakan tugas itu akan dipertebal dengan kekuatan penindak dari Brimob. Total semuanya 21 ribu lebih personel," katanya dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Candi 2018, bersama Pemprov Jateng, Jasa Marga dan Pertamina di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (16/5).


Condro menjelaskan, personel yang dikerahkan tersebut nantinya akan disebar untuk bertugas pengamanan arus mudik dan balik di jalan tol setiap 5 kilometer. Nantinya mereka melaksanakan sesuai tugasnya bersama petugas kepolisian lalulintas, baik dalam pos penjagaan, juga berpatroli dengan mobil Polisi Jalan Raya (PJR).


"Nanti juga ada beberapa lokasi lain yang kami pertebal personel pengamanannya, yakni di simpul transportasi. Misalnya, bandara, terminal, pelabuhan, juga objek wisata karena di situ mobilitas masyarakat tinggi, dan pusat berkumpul warga," katanya.

Condro menambahkan, untuk mencegah ancaman terorisme dan kejahatan jalanan yang lain, ia menjelaskan saat ini Krimum (kriminal umum) bersama intelijen Polri sedang melaksanakan operasi penindakan di beberapa titik di jalur Pantura Jawa Tengah.

Dalam rakor, juga membahas jalan tol Batang-Semarang yang akan digunakan secara fungsional menyambut arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. Yakni, terkait menghindari terjadinya kemacetan yang diprediksi di titik Krapyak dan gerbang Tol Manyaran Kota Semarang.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, menjelaskan, lokasi tersebut rawan kemacetan, sebab menjadi titik pertemuan jalur tol fungsional Batang-Semarang dan jalur nasional Pantura. Sedangkan jalur provinsi dan selatan Jateng sudah siap dipergunakan untuk arus mudik dan balik lebaran. 

"Kalau di Krapyak kan itu jalur pertemuan antara fungsional tol Semarang-Batang dan Pantura, rutenya mirip di Brexit, jadi memang harus kita siapkan matang-matang," tegasnya. 

Heru menyebutkan, tahun ini tol yang melintas di Jawa Tengah sudah bisa dilalui untuk arus mudik dan balik lebaran. Jalan tol yang sudah beroperasi adalah jalur Brebes-Batang, Semarang-Salatiga, dan Kartasura-Sragen. 

"Sementara jalur Batang-Semarang dan Salatiga-Kartasura memang belum selesai 100 persen, namun akan tetap difungsikan," katanya. 

Pihaknya juga mendorong kepada instansi-instansi terkait untuk segera melengkapi kebutuhan yang masih kurang. Seperti rambu-rambu jalan dan persiapan kelancaran arus lalulintas. 

"Makanya kami minta Jasa Marga untuk melengkapi rambunya, kepolisian untuk mengamankan dan melancarkan, dan Pertamina menjamin ketersediaan energinya," tegasnya.


Selain jalur tol, Heru memastikan jalan provinsi juga sudah siap untuk dilalui saat arus mudik dan balik lebaran. Meski di beberapa titik masih ada perbaikan jalan. Pihaknya meminta supaya dapat terselesaikan pada awal Juni tahun ini. 

"Di jalur tengah, Banjarnegara, Parakan, Pringsurat memang masih ada perbaikan dan pelebaran jalan, namun kami target awal Juni ini sudah harus rampung semua," tambahnya.  

Heru mengatakan, adanya rapat koordinasi yang dilakukan juga untuk semakin membuat masyarakat nyaman dan aman melalui jalur tersebut. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur tol fungsional tersebut.

GM PT Jasa Marga Semarang, Yohanes Manseli, menyampaikan, sudah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kepadatan di pintu tol. Salah satunya menambah gerbang pintu tol Manyaran menjadi 12 buah. "Jumlah itu saya rasa sudah lebih dari cukup, karena dalam perhitungan kami 10 pintu tol saja sebenarnya sudah cukup," katanya. 

Selain penambahan pintu tol, Yohanes juga memperlebar jalur menujur gerbang tol Manyaran. Membuat skema pemisahan arus dari tol fungsional dan jalur pantura yang akan masuk ke gerbang tol. 

"Dari upaya-upaya itu kami optimistis kepadatan akan bisa ditanggulangi, sehingga kami tidak harus membuka gerbang secara gratis untuk memperlancar arus," ujarnya.

(sm/mha/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia