Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Penemuan Uang Palsu Naik 27 Persen

Kamis, 24 May 2018 14:02 | editor : Pratono

TUKAR UANG : Salah seorang pegawai BNI melayani nasabah yang menukar uang. Penukaran uang di bank menjadi salah satu upaya untuk mencegah peredaran uang palsu menjelang Lebaran.

TUKAR UANG : Salah seorang pegawai BNI melayani nasabah yang menukar uang. Penukaran uang di bank menjadi salah satu upaya untuk mencegah peredaran uang palsu menjelang Lebaran. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mencatat temuan palsu hingga April lalu meningkat sebesar 27 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jelang Lebaran ini, masyarakat diminta lebih waspada dan teliti dalam menerima uang pecahan besar.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, uang-uang palsu tersebut sekitar 92 persen merupakan hasil klarifikasi dari perbankan kepada Bank Indonesia. Sedangkan sisanya merupakan laporan dari kepolisian maupun temuan masyarakat.

“Kami rutin lakukan sosialisasi dan edukasi baik ke masyarakat maupun pihak perbankan. Saat ini tampaknya perbankan semakin paham ciri-ciri keaslian uang rupiah. Sehingga ketika ada nasabah melakukan penyetoran dan didapati uang palsu segera dilaporkan ke kami,” ujarnya, Rabu (23/5/2018).

Uang pecahan besar dengan nilai Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu disebutnya sebagai yang paling sering dipalsukan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati saat menerima uang. “Paling utama ya 3D itu, dilihat, diraba dan diterawang. Selain itu baiknya juga masyarakat kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah,”ujarnya.

Ia menambahkan, selama Ramadan dan mendekati Lebaran, permintaan uang tunai juga biasanya melonjak. Hal ini rentan dengan peredaran uang palsu. Karena itu pihaknya bekerjasama dengan 58 bank yang ada di Semarang untuk melayani penukaran uang, dengan jadwal Selasa hingga Kamis. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu datang ke BI, cukup mendatangi bank-bank terdekat.

Kemudian pada 5 hingga 7 Juni mendatang, para pemudik juga dapat menukarkan uang pecahan baru di rest area tol Ungaran, mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB. Area ini dipilih sebagai tempat penukaran, karena diperkirakan pada tanggal tersebut, sebagian masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik.

“Berbagai hal tersebut merupakan upaya kami untuk lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan penukaran uang. Sehingga mereka tidak perlu menukarkan di selain bank, dengan keamanan dan jumlah yang belum terjamin. Jangan sampai sudah tidak gratis, malah di dalamnya ada uang palsu atau malah jumlahnya kurang,” ujarnya.

(sm/dna/ton/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia