Jumat, 22 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

63 Ribu Warga Terima BPNT

Jumat, 25 May 2018 21:47 | editor : M Rizal Kurniawan

TERIMA BANTUAN: Bupati Kendal, Mirna Annisa saat menyerahkan BPNT kepada warga penerima manfaat di Kecamatan Patebon, kemarin. 

TERIMA BANTUAN: Bupati Kendal, Mirna Annisa saat menyerahkan BPNT kepada warga penerima manfaat di Kecamatan Patebon, kemarin.  (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Peralihan bantuan beras sejahtera (rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  di Kendal mulai dilakukan. Sebanyak 63 ribu warga kurang mampu penerima manfaat menerima bantuan dalam bentuk kartu dengan nilai rupiah Rp 110 ribu.

Dimana kartu tersebut bisa ditukarkan atau dibelikan dengan kebutuhan bahan pokok berupa beras dan telur di toko-toko yang menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) Bank BTN atau mesin gesek tunai.

Dengan kartu BPNT ini diharapkan warga tidak lagi mendapatkan beras dalam kondisi tidak layak. Tapi bisa membeli beras sesuai kebutuhan layak. Selain itu warga juga meningkatkan gizi dengan membeli telur dari sisa uang yang digunakan untuk membeli beras.

Penyerahan BPNT merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Penyerahanya secara simbolik diberikan oleh Panji Ruky Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden kepada perwakilan warga miskin di Aula Kecamatan Patebon. 

Panji Ruky, mengatakan, program BPNT yang dikelola Kemensos sudah dilakukan tahun lalu di 44 kota. Tahun ini program tersebut diperluas di berbagai kabupaten lainnya di seluruh Indonesia. "Dari bulan April, Mei dan Juni ini akan ada perluasan di seluruh Indonesia," katanya, kemarin (24/5).

Dikatakan Panji Ruky, penerima manfaat BPNT akan menerima  bantuan Rp 110 ribu per keluarga  setiap bulan setiap tanggal 25. Dengan  kata lain, Bantuan ini merupakan peningkatan dari bantuan Rastra program dari sebelumnya. "Kalau dulu diberikan beras, sekarang diberikan uang ke rekening bank. Bantuan ini secara non tunai bisa dibelanjakan, tapi tidak bisa diaungkan atua diambil uang tunai," ungkap dia.

Panji Ruky menyatakan, dari bantuan program BPNT itu, keluarga penerima manfaat harus membelanjakan dalam bentuk kebutuhan bahan pokok berupa beras dan telur  di warung-warung  yang sudah ditunjuk oleh bank penyalur. Dimana diakuinya untuk setiap lokasi daerah, bank penyalur yang sudah bekerja sama dengan Kemensos wajib merekrut penjual di warung-warung penjual beras dan telur dan menyediakan mesin EDC. 

“Minimal ada satu warung setiap desa. Akan tetapi, Idealnya dua warung per desa. Sebaiknya dibelanjakan, tetapi tidak harus dihabiskan. Itu kalau memang keluarga penerima manfaat ingin membelanjakannya di lain waktu,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal Kun Cahyadi, mengatakan, untuk data keseluruhan terkait warga penerima program BPNT di Kendal, sebanyak  63 ribu keluarga miskin.Untuk toko yang telah bekerjasama baru terdata 84 tersebar di 20 Kecamatan. "63 ribu keluarga penerima manfaat ini berasal dari PKH dan non PKH," kata dia.  

Bupati Kendal Mirna Annisa, berharap agar bantuan ini dapat bermanfaat terutama seperti tujuan dari porgram ini adalah untuk meningkatkan konsumsi nutrisi bagi keluarga tidak mampu. 

(sm/bud/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia