Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Pasar Bandarjo Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 25 May 2018 21:55 | editor : M Rizal Kurniawan

SIDAK: Bupati Semarang, Mundjirin saat melakukan sidak di Pasar Bandarjo untuk memantau harga dan melihat hasil pembangunan pasar tersebut, kemarin.

SIDAK: Bupati Semarang, Mundjirin saat melakukan sidak di Pasar Bandarjo untuk memantau harga dan melihat hasil pembangunan pasar tersebut, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Memasuki bulan puasa ini, Pemkab Semarang menggencarkan pengamanan di sektor infrastruktur. Beberapa infrastruktur tersebut seperti pasar yang baru dibangun. Kabid Pasar dan PKL Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Imum mengatakan sarana dan prasarana utama sudah dilakukan pelengkapan.

“Seperti di Pasar Bandarjo bukan hanya kebutuhan pokok yang kita awasi, terutama keamanan, sarana dan prasarana. Karena fenomena utamanya, yang dikeluhkan saat bulan puasa hingga lebaran yaitu banyak kebakaran,” ujar Imum saat mendampingi Bupati Semarang Mundjirin dalam sidak di Pasar Bandarjo Ungaran, Kamis (24/5).

Dikatakan Imum, dari pantauan pihaknya di beberapa daerah terjadinya kebakaran di dalam bangunan pasar jelang puasa beberapa waktu lalu lebih dikarenakan ketidaksiapan sarana dan prasarana.

“Kami terus melakukan pengecekan. Apakah sudah sesuai dengan standar atau belum. Seperti kita pasang hidran (alat pemadam kebakaran) di dalam maupun di luar pasar. Hal itu untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran. Sehingga api tidak sampai meluas,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa kebakaran di pasar-pasar tradisional di daerah lain karena tidak dilengkapi alat tersebut. Sehingga, apabila terjadi kebakaran, api mudah menyebar kemana-mana.

“Ini kita masih koordinasikan penggunaannya (hidran) dengan PDAM Kabupaten Semarang supaya segera bisa hidup. Saat ini, karena baru selesai dibangun hidran belum dapat dihidupkan. Selain itu, selang hidran juga belum diberikan secara lengkap. Itu dalam rangka antisipasi masalah kebakaran. Kita akan melengkapi peralatan terutama semacam selang besar. Sehingga hidran mampu mengantisipasi kebakaran,” katanya. 

Dikatakan Imum, tidak semua pasar tradisional di Kabupaten Semarang dilengkapi dengan fasilitas hidran. Fasilitas hidran hanya diberikan di pasar kelas satu seperti halnya pasar Bandarjo Ungaran. “Hidran tidak semua pasar ada. Ini merupakan jaringan dari PDAM,” ujarnya. 

Selain hidran, pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap kondisi kelistrikan di pasar Bandarjo Ungaran.“Kelistrikan, saya sudah menginruksikan untuk selalu mengecek, seperti peremajaan kabel dan pemasangan kabel yang tidak sesuai standar SNI untuk diganti,” tuturnya. 

Pasar Bandarjo Ungaran yang notabene baru dibangun beberapa waktu lalu kondisinya masih semrawut. Pedagang tidak tertata dengan menempati los yang tidak sesuai dengan peruntukan jenis dagangannya. “Sekarang sudah tertib,” tuturnya. 

Khusus mengawasi higienitas dari barang dagangan, lanjutnya, sudah dibentuk tim khusus melalui surat keputusan Bupati Semarang. “Saya memang dalam melakukan tugas banyak dibantu para paguyuban untuk menertibkan pedagang,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan, Wigati Sunu mengatakan dari pantauan pihanya harga kebutuhan masih stabil. “Kita selalu melakukan monitoring untuk harga,” kata Wigati.

Dari pantauan pihaknya kestabilan harga terjadi di beberapa kebutuhan pokok seperti daging sapi, daging ayam, dan telur ayam. Dikatakannya, untuk sementara ini harga daging sapi Rp 105 ribu per kilogram, harga daging ayam Rp 35 ribu per kilogram, dan harga telur Rp 23 ribu per kilogram. 

“Untuk pengawasan, kita ada petugas yang dilapangan untuk yang di rumah pemotongan hewan ada petugas puskeswan untuk memantau dari kesehatan hewan. Prinsipnya jangan sampai lolos. Itu sudah kita laksanakan,” katanya. 

(sm/ewb/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia