Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Siapkan BRT Rute Bandara Baru-Meteseh

Sabtu, 26 May 2018 21:19 | editor : M Rizal Kurniawan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadhik didampingi  Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan melakukan pengecekan di Bandara Ahmad Yani Baru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadhik didampingi Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan melakukan pengecekan di Bandara Ahmad Yani Baru. (ISt)

RADARSEMARANG.ID - Menyambut terminal baru Bandara International Ahmad Yani Semarang yang tak lama lagi dioperasionalkan, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang juga telah dipersiapkan untuk masuk di bandara baru yang dikenal dengan konsep terminal apung eco-green airport pertama di Indonesia tersebut.  Sejumlah infrastruktur yang dibutuhkan BRT Trans Semarang telah dipersiapkan. "BRT Trans Semarang masuk ke Bandara baru Ahmad Yani, kelengkapannya sudah mendekati 100 persen," kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Jumat (25/5). 

Sejumlah fasilitas seperti tangga portable dan kursi tunggu penumpang telah diletakkan di dalam bandara. "Tepatnya di ujung lintasan drop off," ujarnya. 

Ade menjelaskan, BRT Trans Semarang saat ini telah terkoneksi ke seluruh wilayah di Kota Semarang. Bahkan hingga menjangkau simpul-simpul yang berbatasan dengan kabupaten sekitar. 

"Selain itu juga terhubung dengan seluruh stasiun, pelabuhan, dan terminal di Semarang dan Ungaran," katanya. 

Rute BRT Koridor V Meteseh - PRPP diproyeksikan bisa memasuki Bandara Ahmad Yani. "Sesuai rencana akan dioperasionalkan mulai 2 Juni mendatang," ujarnya. 

Dengan adanya rute ini, maka dia berharap pengguna jasa bandara dapat memanfaatkan transportrasi publik yang disiapkan oleh Pemkot Semarang ini. "Hal ini bertujuan integrasi antar moda yang menghubungkan transportasi udara dengan transportrasi darat. Nantinya, nama trayek Koridor V pun akan berubah, bukan lagi PRPP-Meteseh, tapi menjadi Bandara - Simpang Lima - Meteseh," katanya.

Ade menambahkan, sebagai pengalaman di bandara yang lama beberapa waktu lalu terjadi miskomunikasi dengan pengelola parkir bandara. 

"Setiap bus BRT ditarik tarif masuk bandara, dengan berbagai upaya kami lakukan akhirnya kami digratiskan. Bayangkan saja jika biaya sekali masuk bandara 1 bus Rp 10.000. Nah nantinya yang akan masuk bandara ada 14 bus, 14 dikalikan Rp 10.000 = Rp 140.000, dalam satu hari tiap bus 8 kali perjalanan, Rp 140.000 dikali 8 = Rp 1.120.000 dalam satu bulan dikali 30 hari totalnya mencapai Rp 33.400.000. Nah, Trans Semarang kan pelayanan publik, maka saya mengharapkan dari pihak PT Angkasa Pura menggratiskan biaya masuk bandara seperti di bandara yang lama. Termasuk juga untuk petugas kami yang setiap harinya bertugas di bandara," bebernya. 

Mengenai jadwal petugas akan diberlakukan dua shift, yakni shift pagi dan siang hingga akhir pelayanan. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadik, mengatakan, kesiapan sarana dan prasarana seperti tangga portable dan ruang tunggu tersebut menjadi tanggung jawab Pemkot Semarang. 

"Saya memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta survei rute Koridor V yang akan memasuki bandara. Kami berharap pada 2 Juni mendatang tidak ada kendala, termasuk juga rambu-rambu di luar bandara menjadi tanggungjawab kami," katanya.

Untuk kelancaran operasional BRT, lanjut Khadik, nantinya akan ada petugas yang membantu memberikan kemudahan informasi mengenai Trans Semarang. "Akan kami tambah petugas di dalam bandara supaya petugas bisa memberi informasi kepada pengguna jasa mengenai rute Trans Semarang. Supaya pengguna jasa jelas harus turun di mana," ujarnya. 

(sm/amu/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia