Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

 Gus Yasin Nekat Punguti Sampah di Alun-alun Pati

Minggu, 27 May 2018 14:54 | editor : M Rizal Kurniawan

Gus Yasin bersama para santri dan pedagang memunguti sampah yang berserakan di alun - alun Pati.

Gus Yasin bersama para santri dan pedagang memunguti sampah yang berserakan di alun - alun Pati. (Ist)

RADARSEMARANG.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Taj Yasin Maimoen membuat heboh Alun-Alun Kabupaten Pati, Sabtu (27/5) malam. Putra Kyai kharismatik Maimoen Zubair ini memunguti sampah yang berserakan sepanjang alun-alun.

Awalnya, Gus Yasin hanya ingin jalan-jalan menikmati malam mingguan di pusat keramaian Pati. Gus Yasin yang ditemani santri-santri Pati, tiba di alun-alun sekira pukul 23.00 WIB. Setelah memarkir kendaraan, mereka jalan-jalan di sekitar alun-alun sembari menyapa warga dan pedagang setempat.

Ketika naik ke tengah lapangan alun-alun, Gus Yasin melihat banyak sampah berserakan. Kebanyakan sampah plastik dari kemasan makanan yang dijual di bilangan alun-alun. Meski sudah disiapkan sejumlah tempat sampah di tengah lapangan, masih saja ada seabrek sampah yang berceceran.

Begitu melihat suasana kotor tersebut, Gus Yasin langsung meminta kantong plastik besar. Setelah mendapatkannya, dia langasung memunguti satu per satu sampah plastik yang berserakan, dengan kedua tangannya. Melihat aksi tersebut, puluhan santri yang mendampingi Gus Yasin, langsung ikut-ikutan. Sejumlah pengunjung alun-alun pun juga tampak bergabung.

Inisiatif Gus Yasin itu jadi semacam gerakan resik-resik alun-alun. Tidak lama, alun-alun yang awalnya sarat sampah berserakan, langasung bersih.

"Saya ingin memberikan contoh kepada sekaligus mengajak masyarakat menciptakan budaya dan perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing," kata Gus Yasin setelah aksi memungut sampah.

Menurutnya, agama Islam mengajarkan bahwa kebersihan bagian dari iman. "Pada bulan Ramadan, pembersihan itu tidak di hati saja, tapi juga di lingkungan sekitar," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini 

Dijelaskan, masyarakat memang perlu edukasi soal sadar sampah. Termasuk menggolongkan tempat sampah organik dan nonorganik. "Soalnya sampah-sampah ini tidak dibuang begitu saja. Masih bisa diolah atau didaur ulang yang berarti menjadi industri untuk membantu putaran roda ekonomi warga," jelasnya. 

(sm/amh/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia