Rabu, 20 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Ekonomi

Targetkan Pangsa Pasar 8 Persen di Pasar Domestik

Selasa, 29 May 2018 20:48 | editor : M Rizal Kurniawan

BRAND LOKAL – Sejumlah tenaga kerja PT Bangga Teknologi Indonesia tengah merakit smartphone Advan di pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Semarang.

BRAND LOKAL – Sejumlah tenaga kerja PT Bangga Teknologi Indonesia tengah merakit smartphone Advan di pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Semarang. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – PT Bangga Teknologi Indonesia selaku produsen smartphone merk Advan tahun ini menargetkan pengusaan pasar di industri smartphone meningkat, dari 7,7 persen pada tahun sebelumnya menjadi 8 persen.

Marketing Director Advan, Tjandra Lianto mengatakan, sebagai perusahaan nasional pihaknya optimis bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sepanjang tahun 2016, perusahaan ini berhasil menggenggam market share sebesar 6,8 persen dan berada di urutan ke empat.

“Progress kami sangat pesat. Tahun 2017 kami berhasil menduduki posisi tiga dengan market share 7,7 persen. Dalam waktu dekat juga kami optimis dapat bergeser ke peringkat lebih tinggi,”ujarnya disela kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudi Antara ke pabrik Advan di Kawasan Industri Candi, Senin (28/5).

Sebagai produk dengan merek nasional dan basis pabrik di Indonesia, lanjutnya, kami melengkapi produk-produk dengan aplikasi-aplikasi nasional yang menjadi kebutuhan masyarakat. Advan sendiri, saat ini telah melakukan capaian TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 35,45 persen. Di atas syarat yang ditentukan oleh pemerintah yaitu 30 persen.

“Sebagai produsen dalam negeri dengan basis pabrik di Indonesia ini, kami harusnya lebih mampu mengenali pasar. Sehingga kami optimis dapat meningkatkan pengusaan pasar,”ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan market share tersebut, pihaknya juga akan melakukan perluasan pabrik. Saat ini pabrik smartphone tersebut memiliki  luas area sekitar  15.000 meter persegi. Dalam waktu dekat, area tersebut akan diperluas  sekitar 3 hektar.

“Dengan kondisi pabrik yang ada sekarang, kapasitas produksi mencapai 30.000 unit per bulan. Bila telah diperluas, per tahun kami targetkan bisa menambah produksi sekitar 10 persen,”ujarnya.

Menurutnya, merupakan wujud kemapanan perusahaan dalam membangun industri smartphone. Selain itu, pabrik menjadi media untuk mempermudah dalam menghadirkan jajaran produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Adapun nilai investasi yang ditanamkan, kurang lebih menghabiskan dana sekitar  Rp. 1 triliun. Dana tersebut menggunakan dana mandiri dari perusahaan,”ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara menyatakan kebangaannya kepada perusahaan tersebut karena dinilai  mampu membangun pabrik smartphone berkualitas dunia.

“Ini yang saya harapkan, perusahaan nasional memiliki komitmen untuk membangun industri di dalam negeri. Dengan memiliki pabrik smartphone sendiri, diharapkan juga harus punya target menjadi tuan rumah di negeri sendiri,”ujarnya.

(sm/dna/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia