Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Sidak, Temukan Nugget Tak Dibungkus di ADA Fatmawati

Kamis, 31 May 2018 21:20 | editor : M Rizal Kurniawan

SIDAK: Seksi Pemeriksaan BPOM Semarang, Ari Cahyo, menemukan produk makanan berupa nugget tidak terbungkus di ADA Swalayan Fatmawati Semarang, Rabu (30/5) kemarin

SIDAK: Seksi Pemeriksaan BPOM Semarang, Ari Cahyo, menemukan produk makanan berupa nugget tidak terbungkus di ADA Swalayan Fatmawati Semarang, Rabu (30/5) kemarin (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID - Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang kemarin (30/5) melakukan sidak makanan dan minuman di pusat perbelanjaan dan industri rumah tangga. Dalam sidak tersebut ditemukan makanan kemasan berupa kacang yang belum mengantongi izin. Selain itu, ditemukan nugget yang dijual tanpa kemasan di Swalayan ADA Jalan Fatmawati.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto,  mengatakan, pihaknya bersama petugas BPOM Semarang kali pertama mendatangi salah satu industri rumahan di kawasan Ketileng Indah Utara. Sidak di tempat industri  yang bergerak dalam repack bingkisan lebaran atau parsel ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan warga yang melihat sejumlah truk mengangkut bahan makanan menuju salah satu rumah kawasan Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang ini. 

”Kepada warga kalau melihat ada penimbunan sembako harap menghubungi kami. Ini tugas kami untuk melakukan pembinaan, tapi kalau sudah di atas kewenangan kami, maka akan kami laporkan ke aparat hukum,” ujarnya.

Di samping itu, kata dia, sidak ini dilakukan Dinas Perdagangan juga sebagai bentuk pembinaan kepada para pengusaha rumahan di Kota Semarang. ”Jangan sampai ada yang sudah usaha tapi lupa mengurus izin kan kasihan,” katanya.

Dalam sidak itu, dipastikan tidak ada penimbunan bahan pokok menjelang lebaran. Pihaknya juga memastikan produk yang beredar di pasaran memiliki izin, termasuk produk yang dihasilkan industri rumah tangga. Hal ini untuk menjamin kenyamanan masyarakat terlebih menjelang lebaran di mana konsumsi bahan makanan semakin meningkat.

”Hari ini (kemarin) hasil temuan kami semua normal, tidak ada penimbunan. Hanya saja ada makanan kemasan berupa kacang, izinnya belum ada. Kami sarankan untuk menarik dari edaran dan segera mengurus di Dinas Kesehatan Kota (DKK) kaitannya dengan izin PIRT (produk industri rumah tangga, red),”  ujarnya.

Dinas Perdagangan juga melakukan sidak di ADA Swalayan Jalan Fatmawati Semarang. Di swalayan ini, petugas menemukan bahan makanan, nugget, yang dijual tanpa kemasan. Padahal dalam pasal 84 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan tidak diperbolehkan melepas kemasan makanan. 

”Kami temukan nugget curah yang masih kurang pas, karena dari pihak swalayan dibuka. Kita minta produk ini turunkan dari display. Karena kami khawatir jika terkontaminasi,” jelas Fajar. 

”Ini memang menjadi tugas kami. Jadi sebesar apapun, meskipun ini swalayan tetap kami tegur dan kami tarik dari peredaran kalau memang tidak sesuai ketentuan,” tambahnya.

Seksi Pemeriksaan BPOM Semarang, Ari Cahyo, meminta masyarakat agar selalu aktif melakukan pengecekan terhadap kemasan makanan yang dibeli. Masyarakat, kata dia, harus memastikan bahwa makanan juga memiliki izin edar, baik dalam maupun luar negeri. 

Izin ini dapat diketahui dari kode yang tertera pada kemasan makanan. ”Ini dapat dicek melalui aplikasi android Cek BPOM. Cukup dengan mengetikkan nomornya di aplikasi tersebut, maka akan keluar. Hanya saja,untuk PIRT memang belum bisa pakai aplikasi itu,” jelasnya.

”Kemudian untuk kemasan kaleng juga harus dipastikan bahwa kemasan tidak rusak. Cek tanggal kedaluwarsa. Jangan dibeli kalau memang sudah lewat masanya,” katanya. 

Salah seorang pekerja di industri rumahan di kawasan Ketileng Indah Utara, Ahmad Taufik, menjelasksan, bahwa usaha ini memang hanya dijalankan menjelang lebaran. Terhitung usaha repacking parsel ini sudah berjalan sekitar 7 tahun. Di hari biasa, usaha ini menjual sembako dan beras. 

”Ambilnya di swalayan dan supermarket. Ini pesanan dari sejumlah instansi. Saya di sini bantuin saja,” jelasnya sembari menginformasikan bahwa usaha ini adalah milik Erna Indrawati yang saat itu sedang ke luar kota mengambil stok barang.

Kepala Gudang Swalayan ADA Fatmawati, Sutopo,  mengaku tidak mengetahui aturan bahwa makanan yang di-display tidak diperkenankan untuk dibuka. Mengenai rekomendasi dari Dinas Perdagangan, pihaknya lagsung menarik produk yang tidak sesuai aturan tersebut.  ”Kami memang tidak tahu kalau tidak boleh. Makanya ini tadi ada rekomendasi dari BPOM dan Dinas Pasar langsung kami tarik semua,” ujar Sutopo. 

Mengenai stok bahan makanan, menjelang Lebaran, di swalayan ADA selalu menambah stok sekitar 6-7 persen. Penambahan paling banyak adalah untuk bahan makanan berupa beras, roti, biskuit dan sirup.

(sm/cr4/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia