Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Solusi Kebocoran PAD, Terapkan Retribusi Elektronik

Jumat, 01 Jun 2018 07:40 | editor : M Rizal Kurniawan

E-RETRIBUSI PASAR : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat mencoba E-Retribusi di Pasar Sampangan Kota Semarang, Kamis (31/5)

E-RETRIBUSI PASAR : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat mencoba E-Retribusi di Pasar Sampangan Kota Semarang, Kamis (31/5) (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID -  Sebagai upaya meminimalisasi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan ujicoba penerapan pembayaran retribusi pasar dan jasa pelayanan secara elektronik (E-Retribusi). 

Teknisnya menggunakan Kartu Debit Generik Semarang Hebat Combo yang berfungsi sebagai tabungan dan tapcash. Pelaksanaannya menggandeng PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero. Ini menjadi salah satu bagian solusi dari konsep smart city. 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, diharapkan ini menjadi solusi bagi pemerintah daerah saat menghimpun iuran atau retribusi di pasar-pasar tradisional. Sejauh ini pengelolaan retribusi pasar secara manual masih sering ditemui hambatan. Di antaranya proses collecting tidak bisa terkontrol. Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi kebocoran dana retribusi yang tinggi. 

"Melalui E-Retribusi, BNI memberikan kemudahan bagi masyarakat wajib retribusi, seperti pedagang pasar dalam memenuhi kewajibannya," kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi saat launching E-Retribusi di Pasar Sampangan, Semarang, Kamis (31/5). 

Dikatakannya, penerapan E-Retribusi diharapkan bisa memberikan kepastian penerimaan daerah. Kolaborasi antara BNI dan Dinas Perdagangan Kota Semarang ini turut mendukung Kota Semarang menjadi salah satu smart city di Indonesia. Smart city sendiri merupakan konsep kota cerdas yang dirancang demi membantu berbagai hal kegiatan masyarakat.

"Sehingga pembayaran retribusi pasar dapat dilakukan lebih efisien, transparan, akuntabel dan tentunya mudah. Pedagang pasar dapat melakukan pembayaran tersebut secara otomatis," katanya. 

CEO BNI Wilayah Semarang M. Harsono mengatakan BNI turut andil dalam program cashless society dan literasi keuangan yang diinisiasi baik oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan melalui e-Channel. "Ke depannya BNI juga akan mengembangkan layanan pembayaran pajak daerah lainnya dan layanan produk serta jasa perbankan lainnya melalui e-Channel," katanya. 

Masyarakat bisa memindahkan saldo dari tabungan ke tapcash atau langsung mengisi saldo tapcash kemudian ditempel ke mesin EDC milik BNI melalui petugas pasar masing-masing. 

(sm/amu/mim/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia