Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Antisipasi Penumpukan di Gerbang Tol

Menghadapi Arus Mudik dan Balik

Jumat, 01 Jun 2018 21:23 | editor : M Rizal Kurniawan

KESIAPAN: Direktur Utama PT TMJ, Yudi Krisyunoro saat mengecek kesiapan armada untuk pengamanan jalur lebaran di gedung TMJ Bawen.

KESIAPAN: Direktur Utama PT TMJ, Yudi Krisyunoro saat mengecek kesiapan armada untuk pengamanan jalur lebaran di gedung TMJ Bawen. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Antisipasi pengamanan jalur mudik lebaran 2018 melalui tol Semarang – Tingkir dilakukan PT Trans Marga Jateng (TMJ). Direktur Utama PT TMJ, Yudi Krisyunoro mengungkapkan jika penambahaan beberapa fasilitas dilakukan untuk membuat nyaman para pengguna tol.

Selain itu Yudi mengatakan jumlah petugas jaga juga akan lebih banyak saat memasuki arus mudik lebaran 2018. Dimana jika pada hari biasa, jumlah tol petugas dari Semarang – Salatiga sebanyak 70 orang, saat lebaran nanti akan ditambah menjadi 115. Jumlah petugas tersebut secara rinci yaitu supervisor pelayanan transaksi, dan petugas pelayanan transaksi.

Adapun tol Semarang–Salatiga terdapat tiga seksi yaitu Semarang–Ungaran, Ungaran–Bawen dan Bawen–Salatiga. Menurut Yudi, permasalahan justru terletak pada transaksi pembayaran tol yang saat ini sudah menggunakan E-Tol.

Menurut Yudi, masyarakat Jawa Tengah khususnya saat ini belum terbiasa dalam penggunaaan metode pembayaran E-Tol tersebut. Hal tersebut terbukti dimana pengguna tol tidak memperhatikan jumlah saldo di dalam kartu transaksinya.“Sehingga saat di tol justru habis tidak tahu, akhirnya kita kasih petugas jaga untuk berjaga-jaga bagi pengguna tol yang kehabisan saldo E-Tol nya,” ujarnya. 

Selain pengisian saldo kartu elektronik tersebut, saat ini TMJ tengah menggandeng pihak perbankan untuk menyiapkan fasilitas pendukung kelancaran transaksi seperti penjualan kartu eletronik.

Dimana fasilitas tersebut dapat dijumpai disetiap gerbang tol Semarang–Salatiga. Saat ini ada 5 gerbang tol yang akan dibuka diantaranya gerbang tol banyumanik, Ungaran, Bawen, Salatiga, dan fungsional Salatiga.

“Ini sudah seperti biasanya, yang membedakan yaitu saat ini sudah ada transaksi non tunai. Mungkin yang menjadi kendala itu. Dimana masyarakat jateng belum terbiasa dengan kondisi tersebut,” katanya.

Dimungkinkan, petugas juga akan jemput bola kepada kendaraan yang akan masuk tol. Hal itu dilakukan karena setiap lebaran, antrean masuk tol terjadi. Melalui sistem non tunai setidaknya, lanjutnya, setiap pengendara tidak perlu mengantre. Karena petugas akan mendatangi setiap kendaraan yang akan masuk untuk menempelkan kartu non tunai tersebut.

“Itu di masing-masing gerbang tol. Ini memang menyita waktu, dan kita lagi mencoba apabila kurang akan kita tambah lagi (petugas yang mobile),” ujarnya. 

Dikatakan Yudi, kesiapan keamanan dan kelancaran lalulintas di jalan tol juga didukung oleh petugas patroli jalan raya (PJR) Jateng. Dengan jumlah personel 13 petugas PJR dan 4 armada dinas ditambah dengan perkuatan bantuan kendali operasi (BKO) dari fungsi lain. Antaralain dari Polres, Polsek, Brimob yang terdiri dari 25 personel.

Solusi lain untuk mengurai kemacetan, pihak TMJ sudah berkoordinasi dengan vendor pengelolaan tol untuk menambah mesin gesek kartu elektronik tol. “Karena menempelkan itu memakan waktu, solusinya saya minta vendor tol untuk standby. Sudah ada komunikasi dengan vendor,” katanya. 

(sm/ewb/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia