Senin, 18 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Sita 1.652 Botol Miras dan 31 Liter Oplosan

Jumat, 01 Jun 2018 21:55 | editor : M Rizal Kurniawan

PEKAT : Kabagops Kompol Sutomo menunjukkan barang bukti miras hasil operasi pekat Ramadan.

PEKAT : Kabagops Kompol Sutomo menunjukkan barang bukti miras hasil operasi pekat Ramadan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID - Polres Demak kembali menggencarkan operasi terhadap minuman keras (miras) di sejumlah titik rawan di wilayah Demak. Dalam razia kemarin, petugas berhasil menyita sebanyak 1.652 botol miras serta 31liter miras oplosan. Miras miras tersebut merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Desa Geneng, Kecamatan Mijen dan kawasan Kracaan Demak Kota.  

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan, di akhir tugasnya sebagai Kabagops Polres Demak, dirinya bersama anggotanya terus melakukan operasi pekat di bulan suci Ramadan. 

“Penyitaan miras ini menjadi kado di akhir jabatan saya sebagai Kabagops di Polres Demak,”ujarnya, kemarin. 

Seperti diketahui, Kompol Sutomo sebentar lagi berpindah tugas sebagai Kabagops Polres Wonosobo. “Kita razia miras dan kita sita langsung setelah miras ini diturunkan dari mobil pemiliknya. Begitu miras diturunkan dari mobil, langsung kita sergap. Inilah jika harimau sudah turun gunung tidak takut,” kata dia. Ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas selama bulan suci Ramadan. 

Kompol Sutomo mengatakan, selain miras, pihaknya juga melakukan razia terhadap penjaja makanan, lapak petasan dan kembang api. “Kegiatan ini bagian dari dari operasi pekat,”katanya. 

Dia menyampaikan, agar para pedagang kembang api tidak menjual petasan. Sebab, petasan dinilai sangat membahayakan karena rawan meledak. “Dalam operasi ini kita sasar pedagang eceran sampai distributor,” tandasnya. 

Untuk pedagang kembang api yang berjualan dalam jumlah banyak, harus mengantongi izin dan memperhatikan ukurannya. “Untuk jualan kembang api ada ukurannya. Kurang dari inci bisa digunakan. Tapi kalau lebih harus izin,”katanya. 

(sm/hib/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia