Rabu, 20 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

39.509 Warga Terima Bantuan Pangan Nontunai

Sabtu, 02 Jun 2018 20:35 | editor : M Rizal Kurniawan

TOGORO: Bupati Semarang Mundjirin saat mengecek proses transaksi penyaluran BPNT usai launching, kemarin.

TOGORO: Bupati Semarang Mundjirin saat mengecek proses transaksi penyaluran BPNT usai launching, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - UNGARAN- Sebanyak 39.509 warga dari keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Semarang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah. Pelaksanaan program jaminan sosial itu di launching oleh Bupati Semarang H Mundjirin di toko gotong royong (togoro) ‘Mekar’ di Ungaran, Jumat (1/6).

Bupati Semarang Mundjirin berharap para warga penerima dapat memanfaatkan bantuan senilai Rp 110 ribu itu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Bantuan nontunai itu sesuai aturan harus dibelikan beras dan telur untuk menjamin kebutuhan protein anggota keluarga,” kata Mundjirin.

Agar warga penerima dapat membelanjakan bantuan yang diterima dengan mudah, Mundjirin meminta Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan (Diskumperindag) untuk memfasilitasi pendirian agen penjualan lewat togoro yang ada. 

Terutama untuk wilayah pedesaan yang jauh dari toko atau agen penjualan yang telah ditunjuk. Selain togoro, ia juga mengharapkan koperasi ataupun badan usaha desa juga dapat menjadi agen penyalur bantuan non tunai itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gunadi menjelaskan kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memang hanya bisa digunakan untuk berbelanja di agen-agen penyalur bantuan yang telah diverifikasi dan ditetapkan oleh bank pemerintah yang ditunjuk. “Idealnya memang satu agen melayani 250 KPM dan saat ini terus dilakukan verifikasi calon agen penyalur oleh Bank BNI sebagai bank penyelenggara penyalur bantuan,” kata Gunadi. 

Sesuai aturan, setiap bulan KPM yang telah membuka rekening dan mendapat kartu belanja elektronk akan menerima transfer senilai Rp 110 ribu. Setiap bulan pula mereka harus melakukan transaksi agar penyaluran bantuan berjalan lancar. BPNT merupakan perbaikan dari program jaminan sosial beras sejahtera yang telah berjalan sebelumnya. 

Mulai Mei 2018 ini, lanjutnya, bantuan diberikan dalam bentuk uang elektronik yang ditransfer oleh bank yang ditunjuk setiap bulannya hingga akhir tahun nanti. Saat ini Dinsos masih melakukan pendampingan terhadap 9.305 KPM yang belum bisa membuka rekening karena kendala data pribadi. 

Mereka terdiri dari 9.247 KPM yang berasal dari program keluarga harapan (PKH) dan sisanya non PKH. “Perbaikan usulan pembukaan rekening mereka akan dibantu oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) agar bisa memanfaatkan bantuan ini,” ujarnya. 

Kepala Diskumperindag Yosep Bambang Trihardjono menambahkan pihaknya merencanakan akan membuka lagi tujuh toko gotong royong (togoro). Jumlah itu akan menambah delapan togoro yang telah dibuka sebelumnya yang tersebar di beberapa kecamatan. “Togoro siap mendukung penyaluran program bantuan pangan non tunai ini,” tegasnya. 

Menurut Yosep program Togoro dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat kalangan perekonomian menengah bawah. Dimana harga yang disajikan lebih murah ketimbang di toko yang lain. 

(sm/ewb/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia