Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Waspadai Penipuan via SMS Mengatasnamakan BPJS TK

Senin, 04 Jun 2018 21:01 | editor : M Rizal Kurniawan

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Heri Purwanto memastikan pihaknya tidak menyelenggarakan program undian tersebut. 

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Heri Purwanto memastikan pihaknya tidak menyelenggarakan program undian tersebut.  (Ist)

RADARSEMARANG.ID – Program pemerintah tak lepas dijadikan sebagai modus penipuan. Salah satunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan yang baru-baru ini dicatut untuk penipuan melalui pengiriman SMS.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Heri Purwanto mengatakan, akhir-akhir ini banyak beredar pesan singkat (SMS) yang dikirim melalui nomor pribadi. Dalam pesan tersebut diterangkan bahwa penerima SMS mendapat dana bantuan dari BPJS dengan jumlah nilai uang yang besar. 

“Kami banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat dan peserta terkait SMS tersebut dan sudah dijelaskan bahwa hal tersebut terindikasi tindakan kriminal. Karena sampai sekarang kami tidak pernah menyelenggarakan pemberian dana cuma-cuma atau undian dan sejenisnya kepada masyarakat,”ujarnya, Senin (4/6).

Heri mengakui, sulit bagi pihaknya untuk membendung tindakan kriminal penipuan semacam ini. Namun ia kembali menegaskan, dalam menyampaikan segala informasi untuk masyarakat, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi kerjasama dengan pihak lain, pihaknya selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi melalui kanal resmi.

“Untuk memastikan kebenaran informasi apapun terkait BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat dapat mengkonfirmasi melalui kanal-kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan seperti kantor cabang, website, sosial media atau menghubungi call center 1500910,”ujarnya.

Ia juga memastikan pihaknya terus memantau website, sosmed  yang terindikasi melakukan praktek penipuan berdasarkan laporan yang masuk. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait, agar dilakukan pemblokiran terhadap website-website penipuan tersebut.

“Kami himbau masyarakat harus terus waspada. Jangan mudah tertipu oleh semua bentuk penawaran yang mengatasnamakan institusi BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi terdapat  permintaan yang mengarahkan peserta untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan,”tandasnya

(sm/dna/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia