Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Pemuda Lintas Agama, Deklarasikan Cinta Damai

Senin, 04 Jun 2018 21:34 | editor : M Rizal Kurniawan

DEKLARASI CINTA DAMAI : Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menandatangani deklarasi kebhinekaan dan Salatiga Cinta Damai bersama ratusan tokoh agama di rumah dinas wali kota, Jalan Diponegoro nomor 1, Salatiga.

DEKLARASI CINTA DAMAI : Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menandatangani deklarasi kebhinekaan dan Salatiga Cinta Damai bersama ratusan tokoh agama di rumah dinas wali kota, Jalan Diponegoro nomor 1, Salatiga. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - SALATIGA–Sedikitnya 250 pemuda lintas agama di Kota Salatiga mendeklarasikan Kebhinnekaan dan Kota Salatiga Cinta Damai di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Sabtu sore (2/6) kemarin. Tepatnya, setelah digelar silaturahmi lintas agama bersama Wali Kota Salatiga Yuliyanto dan para tokoh agama di Kota Salatiga.

Panitia Kegiatan, Pdt Esther mengatakan bahwa selain mendeklarasikan kebhinekaan, kegiatan bertajuk Srawung Persaudaraan Sejati Lintas Iman tersebut untuk membangun tali silaturahmi antar pemuda umat beragama di Salatiga. “Kami sengaja melaksanakan kegiatan di sore hari agar bisa bersama-sama dengan saudara kami umat muslim berbuka puasa,” ujar Pdt Esther.

Ia menguraikan bahwa kegiatan tersebut membawa pesan moral tentang silaturahmi di era milineal. Sila artinya saat duduk bersila semua sejajar, tidak ada yang lebih tinggi. Turah artinya berkelimpahan, maksudnya jika sudah berkelimpahan untuk dapat berbagi dengan saudaranya. Dan mi artinya mikir dulu jika mendapat kabar provokatif. Atau dengan kata lain, generasi muda diharapkan tidak menjadi penyebar hoax (berita bohong).

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyerahkan tiga batang pohon sala kepada wali kota. “Mengingat pohon tersebut cukup langka dan didapatnya pun dari Kebun Raya Bogor, pohon tersebut akan disemaikan dahulu hingga cukup besar untuk ditanam di tempat yang strategis,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setda Salatiga, Jumiarto.

Seusai menyimak tausiah dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, KH Nur Rofiq dan menikmati hidangan buka puasa bersama, kegiatan ditutup dengan kirab pemuda lintas agama dari Rumah Dinas Wali Kota menuju Gereja Katholik Paroki Santo Paulus Miki Salatiga.

Sementara itu, dalam sambutannya Wali Kota Yuliyanto memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pemuda yang hadir karena telah melaksanakan kegiatan silaturahmi antar umat beragama. “Kegiatan seperti inilah yang akan menegaskan kembali tentang toleransi antar umat beragama di Salatiga,” kata Yuliyanto.

Wali kota juga mengingatkan kembali bahwa kemajemukan bangsa Indonesia termasuk kemajemukan Kota Salatiga adalah sebuah berkah, bukan ancaman. Karena itu, generasi muda lintas agama harus bijak dalam bermedia sosial. Karena seringkali bibit-bibit intoleransi berasal dari sana.

“Mari bersama-sama warga masyarakat Kota Salatiga merawat iklim yang sejuk ini. Khusus untuk generasi muda, jangan mudah percaya isu-isu pemecah belah bangsa, jangan asal share berita yang tidak jelas sumbernya. Mari kita hidup berdampingan dengan rukun dan damai,” harap wali kota. 

(sm/sas/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia