Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Hukum & Kriminal

Berharap Undip Lihat Sisi Kemanusiaan

Selasa, 05 Jun 2018 20:34 | editor : M Rizal Kurniawan

Audiensi tim LBH Ikadin Jateng pimpinan Herry Darman bersama tim hukum Undip yang dipimpin, Sukinta dikantor Undip Semarang

Audiensi tim LBH Ikadin Jateng pimpinan Herry Darman bersama tim hukum Undip yang dipimpin, Sukinta dikantor Undip Semarang (JOKO SUSANTO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID - Polemik pengusuran yang menimpa rumah 4 kepala keluarga, warga Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang, dimana letaknya berbatasan langsung dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mulai mendapat titik temu. Saat ini perkaranya didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah.

“Kami berharap kasus ini segera diselesaikan oleh kedua belah pihak, agar kasus ini tidak sampai berlarut-larut, yang jelas kami melihat dari sisi kemanusiannya, karena bagaimanapun klien kami juga warga negara Indonesia,  jadi harus diperhatikan,”kata Direktur LBH Ikadin Jateng, Herry Darman didampingi sejumlah pengurusnya, usai melaksanakan audiensi dengan tim hukum Undip Semarang, Selasa (5/6).

Atas polemik tersebut, pihaknya masih menunggu balasan pihak undip, agar bisa mendiskusikan sertifikat yang diklaim dimiliki Undip tersebut. Ia mengatakan, pada intinya lembaganya lebih mengutamakan penyelesaian mediasi terlebih dahulu. Herry juga menyebutkan, di lembaganya memiliki beragam tokoh seperti, Brigjen Pol (Purn) Hendrawan selaku dewan pengawas, Prof Mahmutarom sebagai dewan pakar, kemudian dewan pemikir ada Prof Noor Ahmad dan Imam Suroso, dimana keduanya anggota DPR RI. Selain itu, ada pembina Sutan M. Rofyan,  dan HM Rangkei Margana selaku pelindung, wakil direktur Hermansyah Bakri, Sekretaris M. Muthohar,  dan banyak lagi. Dengan begitu perdamaian diyakininya akan tercapai. 

Kondisi kediaman 4 kepala keluarga warga Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang yang sudah dirubuhkan Satpol PP Kota Semarang beberapa waktu lalu

Kondisi kediaman 4 kepala keluarga warga Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang yang sudah dirubuhkan Satpol PP Kota Semarang beberapa waktu lalu (JOKO SUSANTO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Kita coba penyelesaiaan entah namanya ganti rugi atau tali asih yang layak, sehingga bila disepakati bersama kami tidak keberatan dengan apa yang nanti diputuskan, sepanjang tidak merugikan klien kami,”imbuh kordinator bidang pidana, Yulianto  dan bidang perdata, Sera Rusanto.

Menanggapi audiensi tersebut, selama pertemuan berlangsung Bidang Hukum pada Undip Semarang, Sukinta, mengaku terkait pengusuran sebelumnya memang di serahkan ke Pemkot Semarang dalam hal ini, Satpol PP Kota Semarang, untuk menertibkan bangunan tersebut. Hal itu karena, tanah dilokasi bangunan tersebut sudah bersertifikat atas nama Undip.

“Secara hukum, kita menganggapnya yang bersangkutan tinggal dilokasi tanah tersebut tidak sah, karena kita ada sertifikat-sertifikatnya. Namun demikian, sebelumnya kami sudah melihat sisi kemanusiaanya, karena sempat menawarkan untuk dipindahkan ke rusunawa, bahkan sudah difasilitasi rusunawa dan los pasar, kami melihat terpenting ada tempat berlindung dan berteduh,”kata Sukinta selama audiensi berlangsung.

Terpisah, Dewan Pakar LBH Ikadin Jateng, Prof Mahmutarom, yang juga Rektor Unwahas, menambahkan, advokat memiliki misi yang sama dengan penegak hukum, yakni memeberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Dengan demikian, advokat bukan berarti memenangkan kasus, melainkan memberikan keadilan dan memberikan kontrol sesama penegak hukum.

“Yang jelas advokat fungsi dan kedudukannya sama dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya,  baik jaksa, polisi, hakim maupun kpk, bedanya disisi pendampingan hukum, bukan penindakan,”katanya.

Sebelumnya, 14 Mei 2018 lalu rumah dan warung yang terletak di Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang, dirubuhkan oleh petugas Satpol PP Kota Semarang. Adapun rumah yang digusur tersebut dihuni oleh 4 kepala keluarga diantaranya, Rusdi Wasito, Rakisah, Hariyanto, Hariyanti, Susilo, Joko Sutopo, Nanang Agus Setiawan dan dua bocah TK dan SD bernama Bilqis Hidayatus Solihah dan Tiya Setianingsih.

(sm/jks/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia