Kamis, 21 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Semarang

Banyak Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Selasa, 05 Jun 2018 21:14 | editor : M Rizal Kurniawan

PASTIKAN AMAN : Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna saat mengecek rel kereta api di kawasan Cilosari Dalam kelurahan Kemijen Semarang Timur

PASTIKAN AMAN : Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna saat mengecek rel kereta api di kawasan Cilosari Dalam kelurahan Kemijen Semarang Timur (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Masih terdapat sejumlah titik perlintasan kereta api di kecamatan Semarang Timur, yang belum dilengkapi palang pintu. Hal ini sangat membahayakan, terlebih perlintasan ini berada di kawasan padat penduduk. 

Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika hendak melintasi rel kereta api. ”Agar warga selalu tengok kanan kiri ketika hendak melintasi rel kereta api,” ujar Iptu Agil saat mengecek kondisi rel di kawasan Cilosari Dalam RT 3 Rw 7 kelurahan Kemijen Semarang Timur, Minggu (3/6). 

Dijelaskan, hasil pengecekan yang dilakukan bersama sejumlah pihak seperti Bhabinkamtibmas dan dari Daop IV, kondisi rel di wilayah Semarang Timur dalam keadaan baik. Hanya ada beberapa kunci yang harus diganti karena sudah lepas.

Pengecekan ini, dilakukan untuk memastikan rel dalam kondisi siap digunakan dalam arus mudik dan arus balik nanti. Sehingga, para pengguna KA tidak ada hambatan. ”Untuk keamanan, nanti akan ada tambahan petugas dari Bhabinkamtibmas dan warga serta instansi terkait untuk melakukan penjagaan saat Lebaran,” jelasnya. 

Marno, 60, warga Cilosari Dalam mengatakan, perlintasan KA yang tepat berada di samping rumahnya memang sudah lama digunakan warga untuk melintas meski tanpa ada palang pintu. Pada perlintasan ini, hanya ada palang berdiri yang dipasang untuk membuat warga lebih berhati-hati dan mencegah mobil melintas.

”Sini banyak yang lewat juga, terutama ketika jalan utama sana ada kegiatan. Pasti semuanya pada lewat dan numpuk di sini,” ujarnya.

Mengenai penjagaan, selama ini di perlintasan tersebut hanya dilakukan oleh warga sekitar, termasuk dirinya yang setiap sore nongkrong di depan rumah. Ia mengaku selalu mengingatkan orang yang hendak menyebrang untuk berhati-hati ketika ada kereta melintas. ”Ya dengan sukarela. Karena memang tidak ada penjaganya,” jelasnya. 

(sm/cr4/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia