Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Radar Kedu

Makanan Formalin Masih Beredar

Selasa, 05 Jun 2018 21:28 | editor : M Rizal Kurniawan

CEK LAPANGAN : Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menemukan makanan yang mengandung formalin dan rodamin B di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Senin (4/6).

CEK LAPANGAN : Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menemukan makanan yang mengandung formalin dan rodamin B di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Senin (4/6). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG. ID - MAGELANG – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menemukan makanan mengandung formalin dan rodamin B di beberapa pasar di Kota Magelang. Kepastian ini ditemukan saat tim BPOM Semarang melakukan uji laboratorium langsung di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Senin (4/6).

Staf Layanan Informasi Konsumen BPOM Semarang Eni Zuniati mengatakan, pengujian dengan mengambil sampel 31 jenis makanan dan minuman yang disinyalir mengandung zat berbahaya. “Hasilnya empat makanan positif mengandung formalin dan rodamin B. Teri nasi dan cumi asin mengandung formalin, sedangkan rodamin B ada di slondok dan rengginang telo,” kata Eni. Kedua zat ini berbahaya untuk kesehatan, terutama sebagai penyebab penyakit kanker.

Eni menduga, produsen empat jenis makanan itu sengaja memakai formalin dan rodamin B karena ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama karena ketidaktahuan pengusaha atas berbahayanya zat itu bagi kesehatan tubuh. “Biasanya zat itu dipakai untuk lebih menarik perhatian konsumen, karena tekstur lebih cerah dan awet. Padahal, dari sisi harga hanya terpaut sedikit dengan pewarna makanan yang tidak berbahaya bagi tubuh,” tandas Eni.

Kemungkinan kedua, pengusaha memang sengaja dan sudah tahu namun membandel dengan memakai bahan pengawet mayat dan pewarna tekstil itu di dalam makanan. Untuk alasan terakhir, Eni dengan tegas berharap ada tindakan serius dari pemerintah daerah agar ada efek jera.

“Segera akan kita buat surat untuk Disperindag, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) dengan tembusan Wali Kota Magelang yang berisi hasil temuan ini. Kami harap Pemkot Magelang menindak lanjuti ke pemilik usahanya,” tuturnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Herru Setiadhie, mengapresiasi langkah BPOM yang menguji sampel makanan dan minuman di Pasar Rejowinangun Kota Magelang. “Tentu kita perlu mewaspadai peredaran makanan dan minuman yang dilihat dari aspek kesehatan. Saya harap ada edukasi ke pengusaha, pedagang hingga konsumen terkait pentingnya mengetahui bahayanya mengonsumsi makanan yang mengandung formalin dan rodamin B,” tukas Herru. 

(sm/cr3/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia