Selasa, 19 Jun 2018
radarsemarang
icon featured
Berita Daerah

Antisipasi Kemacetan Akibat Pasar Tumpah

Selasa, 05 Jun 2018 21:37 | editor : M Rizal Kurniawan

PASAR TUMPAH: Pasar tumpah di Pasar Gladak, Kaliwungu Selatan mengakibatkan kemacetan di jalur alternatif, Kendal-Semarang.

PASAR TUMPAH: Pasar tumpah di Pasar Gladak, Kaliwungu Selatan mengakibatkan kemacetan di jalur alternatif, Kendal-Semarang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID- KENDAL - Polres Kendal mulai melakukan antisipasi terhadap sejumlah titik yang dimungkinkan rawan atau menjadi penyebab kemacetan pada arus mudik lebaran 2018. Terutama Pasar Cepiring karena biasanya terjadi pasar tumpah akiba membludaknya pedagang dan pembeli.

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya mengatakan sepanjang jalur utama mudik di Pantura Kendal ada beberapa titik kemacetan pasar. Yakni Pasar Cepiring, Pasar Kendal, Pasar Weleri dan Pasar Pagi Kaliwungu. “Tapi yang berada persis di jalur pantura dan menimbulkan kemacetan adalah Pasar Cepiring,” katanya, kemarin.

Makanya, Polres Kendal berencana akan membangun Pos Pengamanan (Pospam) di Pasar Cepring.  Dimana di Pospam tersebut akan ditempatkan personel yang siaga 24 jam, untuk menjaga arus mudik agar tetap aman. 

Rencananya, Polres Juga akan membangun barikade di tengah median jalan. Tujuannya agar tidak ada pedagang maupun pengunjung yang menyebrang sembarang. “Pengunjung dan pedagang masih bisa menyeberang jalan. Tapi hanya satu pintu dan itupun harus diseberangkan petugas, tidak bisa menyebrang sembarangan,” tandasnya.

Polres juga akan menutup sejumlah titik persimpangan jalan sepanjang jalur pantura menggunakan barikade. Polres bersama Dishub berencana juga akan menutup fasilitas putar balik jalan atau u-turn di sepanjang jalur pantura Kendal. 

“Seperti persimpangan jalan Cepiring, dan juga u-turn dari cepiring sampai Gondang akan kami tutup. Tapi masyarakat masih bisa memutar melalui u-turn depan Pabrik Gula Cepring yang cukup luas sedangkan di barat di Pom Bensin Gondang,” jelasnya.

Menutup persimpangan dan u-turn itu dilakukan mengingat di sepanjang jalur pantura cepiring banyak sekali u-turn dan persimpangan kecil yang dapat mengakibatkan kemacetan jalan. “Meksi sudah ada tol, tapi tol belum bisa berfungsi penuh karena hanya sebagai jalur fungsional saja. Makanya pengamanan jalur pantura juga kami perhatikan,” paparnya.

Salah seorang warga Cepiring, Umar Faruk mengatakan jika penutupan median dan u-turn jalan menggunakan barikade menurutnya sudah biasa terjadi setiap menjelang lebaran di Cepiring. Namun hal ini sangat merugikan pejalan kaki, karena harus memutar jauh.

Makanya, ia  berharap di depan pasar Cepiring di bangun jembatan penyebarangan orang (JPO). “Sehingga pengunjung pasar dapat dengan bebas menyebrang jalan dengan aman tanpa rasa was-was takut ketabrak karena ramainya arus mudik,” tuturnya.

(sm/bud/zal/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia