Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Aplikasi Solo Destination Bantu Banyak Wisatawan

Rabu, 13 Dec 2017 11:36 | editor : Perdana

BUKA APLIKASI DULU: Solo Destination dimanfaatkan wisatawan agar lebih mudah menjelajah Kota Bengawan.

BUKA APLIKASI DULU: Solo Destination dimanfaatkan wisatawan agar lebih mudah menjelajah Kota Bengawan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Aplikasi Solo Destination kini telah diunduh lebih dari 20 ribu pengguna. Dari jumlah tersebut, pengunduh terbanyak adalah orang Tiongkok, disusul dari Australia.

Solo Destination adalah aplikasi yang dibuat pemkot berisi berbagai informasi tentang Solo. Di antaranya kuliner, hotel dan penginapan, wisata, event, belanja, lalu lintas, bahkan cuaca Kota Bengawan. Artinya, aplikasi tersebut memudahkan mereka yang ingin tahu banyak alias kepo tentang Solo.

Tak hanya warga Solo, aplikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan warga negara lain. Bahkan, Kasi Informatika Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Surakarta Taufan Regina mengatakan, pengguna Solo Destination didominasi oleh warga Tiongkok. Disusul pengguna dari Australia dan Indonesia.

”Kami belum bisa melakukan break down sampai ke kota, baru bisa dilihat negaranya,” kata Taufan kepada wartawan kemarin (12/12).

Taufan juga belum melakukan analisa secara mendalam mengapa orang Tiongkok menjadi pengguna terbesar aplikasi tersebut. Beberapa kemungkinan dapat terjadi. Misalnya, banyak warga Indonesia yang tinggal di Tiongkok, kemudian ingin mengetahui tentang Solo. Bisa juga banyak warga Tiongkok yang sedang berwisata ke Indonesia atau Solo.

”Kemungkinan-kemungkinan itu belum kami analisis. Termasuk yang pengguna dari Indonesia itu, berapa persen yang asli warga Solo,” terang Taufan.

Dia mengakui, analisa tersebut penting dilakukan untuk mengetahui ketepatan sasaran terhadap aplikasi Solo Destination. Pasalnya, dalam aplikasi tersebut juga terdapat fitur pelayanan yang hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Solo. Misalnya pelayanan perizinan, aduan masyarakat, pajak, hingga layanan rumah sakit. ”Kami akan kembangkan infrastruktur untuk mengetahui data lebih detail,” kata Taufan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo SP Sri Wardhani mengungkapkan, infrastruktur untuk mengembangkan teknologi informasi di Kota Bengawan sudah dilakukan. Pihaknya akan berupaya mengintegrasikan seluruh layanan pemkot ke dalam satu paket kecil di Solo Destination.

Saat ini, diakui dia, beberapa aplikasi pelayanan baru sebatas melakukan pendaftaran, sedangkan masyarakat masih harus ke kantor bersangkutan. ”Tetapi itu sudah lebih baik. Misalnya di RSUD Ngipang, dulu mengambil nomor antrean harus datang pukul 04.00. Sekarang bisa mendaftar di rumah lewat aplikasi saja,” papar Sri.

Terobosan-terobosan tersebut dihadirkan demi melayani masyarakat agar lebih mudah, murah, dan tanpa pungutan liar. Bahkan, kata Sri, aplikasi yang dimiliki pemkot untuk melayani warganya telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Terakhir, Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan empat penghargaan sekaligus kepada pemkot.

”Pemkot mendapat penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 kategori ekosistem teknologi finansial, ekosistem kompetitif, kesiapan infrastruktur readiness, dan sosial cerdas,” pungkas Sri. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia