Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Stop Diskriminasi terhadap Jenazah Penderita HIV/AIDS

Kamis, 11 Jan 2018 19:50 | editor : Bayu Wicaksono

Pelatihan pemulasaran jenazah ODHA di aula RSUD Ir. Soekarno, Kamis (11/1).

Pelatihan pemulasaran jenazah ODHA di aula RSUD Ir. Soekarno, Kamis (11/1).

SUKOHARJO – Selama ini masih ditemukan diskriminasi pada jenazah orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Lantaran takut tertular ada warga yang enggan melakukan pemulasaran. Pengertian seperti ini perlu diluruskan, sebab virus HIV/AIDS akan ikut mati setelah penderita meninggal minimal empat jam.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sukoharjo Suryono mengatakan, melihat masih adanya diskriminasi pada jenazah ODHA ini perlu ada pelurusan. Untuk itu, pihaknya menggelar pelatihan untuk pemulasaran jenazah ODHA di aula RSUD Ir. Soekarno, Kamis (11/1).

Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu anggota Tim Pembina PKK (TP PKK) Sukoharjo dan anggota kepolisian. Selain itu, pelatihan ini diadakan atas permintaan masyarakat. Selama ini peserta pelatihan kebanyakan laki-laki. Mereka yang dilatih seperti Kaur Kesra atau Modin.

”Dengan pelatihan ini diharapkan mereka lebih memahami dalam menangani ODHA,” ungkap Suryono.

(rs/yan/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia