Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Sarang Dilempar Batu, Kawanan Tawon Serang Warga

Jumat, 12 Jan 2018 19:46 | editor : Bayu Wicaksono

Deden Setiawan dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.

Deden Setiawan dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. (DAMKAR KLATEN FOR RASO)

KLATEN – Keganasan sengatan tawon labuhan atau vespa affinis kembali memakan korban. Mento Pawiro, 70, dan Deden Setiawan, 17, warga Dusun Patoman RT 01 RW 05, Desa Kedungampel, Kecamatan Cawas disengat tawon, Kamis malam (11/1). Akibatnya, kedua korban harus dirawat intensif di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.

Peristiwa berawal saat Deden iseng melempar sarang tawon dengan batu. Posisi sarang tawon tepat di atas teras rumahnya. Tak lama, tawon beterbangan dan menyerang warga sekitar.

”Tawon mengejar dan menyengat Deden. Kebetulan Mbah Mento yang ada diteras juga disengat tawon. Meraka mendapatkan sengatan lebih dari 20 kali di sekujur tubuhnya,” kata anggota Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) Damkar Klaten, Edy Setiyawan, Jumat (12/1).

Tim OTT mendapatkan laporan terkait serangan tawon sekitar pukul 19.00 WIB. Tim lantas bergegeas menuju lokasi dan melakukan penanganan sekitar pukul 21.00 WIB. Melihat kondisi kedua korban, tim menyarankan untuk segera dilarikan ke rumah sakit.

”Memang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Jika terlambat dibawa ke rumah sakit, bisa berakibat fatal,” tandas Edy.

Meminimalkan terjadinya sengatan kepada warga, dilakukan penanganan menggunakan blower. Alat ini berfungsi menyedot seluruh tawon yang beterbangan di sekitar sarang. Setelah benar-benar bersih, barulah sarang tawon tersebut diambil.

”Dua jam kami melakukan penanganan untuk pemberantasan sarang tawon tersebut. Hanya saja saat penanganan, kondisinya hujan serta letaknya di antara sela-sela atap teras dan bangunan utama. Agak sulit juga. Diamater sarang sekitar 60 cm,” beber Edy.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satpol PP Klaten, Endang H.S. menambahkan, dua korban ini sempat akan dibawa ke PMI Klaten. ”Tetapi dokter bilang peralatan di PMI kurang lengkap. Makanya langsung dirujuk ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Korban sendiri sempat menangis karena tidak kuat menahan panas dari sengatan,” terangnya.

Warga dihimbau agar tidak meniru aksi yang dilakukan Deden. Jika menemui sarang tawon, segera melapor ke Damkar Klaten. Tim OTT bakal segera melakukan penanganan sesuai prosedur keamanan.

(rs/ren/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia