Minggu, 24 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Istri Gubernur Jateng Ajak Siswa Teladani Kedisiplinan Orang Jepang

Minggu, 14 Jan 2018 22:44 | editor : Bayu Wicaksono

Siti Atiqoh Ganjar Pranowo hadiri Festival dan Lomba Bahasa Jepang di SMAN 3 Boyolali.

Siti Atiqoh Ganjar Pranowo hadiri Festival dan Lomba Bahasa Jepang di SMAN 3 Boyolali. (DISKOMINFO BOYOLALI FOR RASO)

BOYOLALI - Kedisiplinan dan waktu sangat berharga bagi orang Jepang. Tak salah jika Siti Atiqoh Ganjar Pranowo, istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ingin anak muda meniru kedisiplinan orang Negeri Sakura. Hal ini diungkapkannya saat menyambangi Festival dan Lomba Bahasa Jepang di SMAN 3 Boyolali, Minggu (14/1).

Festival diikuti 377 pelajar SMA dan SMK se-Jateng dan DI Jogjakarta. Di sana, Siti Atiqoh mengajak para peserta dan siswa lain agar bisa mengambil hikmah dari kegiatan ini. Antara lain, memahami semangat belajar dan semangat bekerja orang Jepang. Di mana orang-orang dari negeri asal Doraemon ini terkenal akan kedisiplinannya. Terutama dalam menghargai waktu.

”Kebetulan, saya juga pernah tinggal di Jepang untuk melanjutkan studi. Saya pun belajar banyak dari masyarakat di sana,” kata Atiqoh kepada Jawa Pos Radar Solo.

Atiqoh juga meminta seluruh peserta festival untuk bersemangat selama mengikuti lomba. ”Menang dan kalah soal lain. Asalkan kalian semua bersungguh- sungguh dan maksimal mengikuti agenda lomba ini,” bebernya.

Festival atau lomba ini, imbuh Atiqoh, juga mengingatkannya akan budaya di Jepang. Di sana, banyak sekali festival yang digelar. Bahkan, para pelajar asal Indonesia pun banyak yang ambil bagian dalam kegiatan di sana.

”Nah, kami juga ikut festival dengan menyajikan budaya dan kuliner khas Indonesia. Ternyata masyarakat Jepang sangat menyukai kuliner Indonesia. Terutama soto ayam,” beber Atiqoh.

Sementara itu, panitia festival, Himrika Setya Fitri menjelaskan, ada beberapa jenis perlombaan. Yakni pidato Bahasa Jepang, manga atau komik Jepang, lomba menulis huruf Jepang, dan kaligrafi Jepang.

”Kami gembira karena animo peserta sangat besar. Tak hanya dari Jateng saja, namun juga ada yang dari Jogjakarta. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

Kepala SMAN 3 Boyolali, Khairul Anwar menambahkan, animo siswanya untuk belajar Bahasa Jepang cukup besar. Bahkan sudah masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler.

”Lomba dan festival ini juga mengajak siswa kami agar lebih intensif belajar Bahasa Jepang. Daya tariknya, juara lomba pidato bakal diajak berkunjung ke Jepang akhir tahun nanti,” paparnya.

(rs/wid/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia