Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pemilih Pemula Tameng Berita Hoax

Senin, 15 Jan 2018 14:18 | editor : Bayu Wicaksono

ILUSTRASI

ILUSTRASI (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

SOLO - Kampanye hitam, berita bohong, dan konten lainnya di media sosial bakal sulit ditangkal bila hanya menggunakan cara-cara represif. Harus diimbangi upaya preventif. Yakni dengan pembangunan karakter. Khususnya pada pemilih pemula.

Ini ditegaskan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta Agus Sulistyo. Menurutnya, jumlah pemilih pemula di Kota Solo mencapai 22.263 orang. Mereka yang mayoritas dari kalangan pelajar itu akan diberikan pendidikan politik oleh KPU menggandeng pemkot dan sekolah.

Para pelajar ini diharapkan dapat menjadi agen menangkal penyebaran berita bohong di masyarakat. Selain hoax, yang perlu diwaspadai adalah black campaign. “Media sosial bisa disalahgunakan melakukan black campaign. Apalagi Solo ini karakteristik masyarakatnya suka membaca.” Jelas dia.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surakarta Budi Wahyono menegaskan, saat kampanye dilarang menghasut, memfitnah, dan mengadu domba. Karena itu, Panwaslu menggencarkan sosialisasi kampanye santun dan bertanggung jawab.

”Secara internal kelembagaan, Panwaslu telah berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat guna menolak kampanye berbau SARA dan tolak politik uang,” katanya.

(rs/vit/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia